Arti Kata "kerahi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kerahi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kerahi

ke·ra·hi Jw n mentimun yg besar dan panjang, berwarna hijau tua bergaris-garis putih, dagingnya agak lembek dan kurang berair; Cucumis melo

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kerahi"

📝 Contoh Penggunaan kata "kerahi" dalam Kalimat

1.Dalam keseharian, saya sering membeli kerahi di pasar tradisional untuk dimasak bersama sayuran lainnya.
2.kerahi yang segar dan lezat sangat cocok dijadikan sambal untuk makan nasi goreng.
3.Dalam ilmu botani, nama ilmiah kerahi adalah Cucumis melo, termasuk dalam famili Cucurbitaceae.
4.Dalam sebuah novel, kerahi digambarkan sebagai buah yang lezat dan khas musim panas.
5.Dalam pertanian, petani harus memilih jenis tanah yang sesuai untuk menanam kerahi agar hasilnya lebih baik.

📚 Artikel terkait kata "kerahi"

Mengenal Kata 'kerahi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kerahi" - Makanan Tradisional yang Menggugah Selera

Kata "kerahi" seringkali terdengar sebagai sebuah istilah yang asing bagi banyak orang. Namun, di balik maknanya yang tidak begitu umum, kata kerahi sebenarnya memiliki sejarah dan konteks yang menarik. Kerahi adalah jenis mentimun yang besar dan panjang, dengan warna hijau tua bergaris-garis putih, dan dagingnya yang agak lembek dan kurang berair. Cucumis melo, atau lebih dikenal dengan nama "kerahi", adalah salah satu contoh buah yang kaya akan nutrisi dan memiliki rasa yang unik. Kerahi seringkali digunakan dalam berbagai masakan tradisional Indonesia, seperti sayur asem atau sambal. Berikut beberapa contoh penggunaan kata kerahi dalam kalimat yang alami: "Makanan ini menggunakan kerahi sebagai bahan utama, yang kemudian dicampurkan dengan potongan tomat dan bawang merah." "Kerahi yang segar dan lembut ini sangat cocok untuk dijadikan sambal yang pedas dan gurih." "Sayur asem yang dibuat dengan kerahi dan tomat segar ini sangat menyegarkan dan menyenangkan untuk disantap." Kata kerahi juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya dan tradisi Indonesia. Kerahi seringkali dijadikan sebagai bahan utama dalam berbagai acara adat, seperti pernikahan atau ulang tahun. Selain itu, kerahi juga dianggap sebagai salah satu contoh makanan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi. Dengan demikian, kata kerahi tidak hanya sebagai sebuah istilah yang asing, tetapi juga memiliki makna yang dalam dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.