Arti Kata "meranggi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "meranggi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

meranggi

me·rang·gi n pembuat warangka: jumlah -- yg ada sekarang sangat sedikit

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "meranggi"

📝 Contoh Penggunaan kata "meranggi" dalam Kalimat

1.Pemerintah mengumumkan bahwa pembuat warangka meranggi, sehingga kebutuhan untuk mendapatkan barang tersebut sangat sulit.
2.Kita tidak bisa mengetahui jumlah pembuat warangka yang masih hidup karena mereka meranggi.
3.Pada masa lalu, peradaban ini pernah mencapai puncak kejayaannya, tetapi sekarang mereka meranggi.
4.Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa para pembuat warangka yang masih hidup meranggi.
5.Sekarang ini adalah zaman yang sangat berbeda dan banyak hal yang telah berubah, seperti jumlah pembuat warangka yang meranggi.

📚 Artikel terkait kata "meranggi"

Mengenal Kata 'meranggi' - Inspirasi dan Motivasi

Pembuat Warangka yang Langka: Makna dan Konteks Meranggi

Meranggi adalah kata yang relatif langka dalam Bahasa Indonesia, khususnya dalam konteks pembuatan warangka. Jumlah meranggi yang ada sekarang sangat sedikit, sehingga kata ini seringkali dianggap sebagai peninggalan sejarah. Namun, makna dan konteks meranggi masih dapat dipahami dan dipelajari.

Dalam konteks historis, meranggi merujuk pada pembuat warangka yang memiliki keahlian khusus. Mereka adalah tukang yang ahli dalam menghias dan memperindah warangka dengan berbagai motif dan gaya. Namun, dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi, jumlah meranggi yang masih memiliki keahlian ini semakin berkurang. Sisa-sisa meranggi yang masih ada sekarang lebih banyak digunakan sebagai peninggalan sejarah atau sebagai koleksi pribadi.

Meranggi juga dapat ditemukan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Misalnya, seseorang dapat mengatakan "dia adalah meranggi yang luar biasa" untuk menggambarkan kemampuan atau keahlian seseorang. Contoh lainnya adalah "dia memiliki meranggi yang unik" untuk menggambarkan sifat atau keistimewaan seseorang. Dalam budaya Indonesia modern, meranggi masih memiliki arti yang penting, yaitu sebagai simbol keahlian dan kemampuan.