Arti Kata "kercing" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kercing" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kercing

ker·cing, me·nger·cing·kan v memicingkan (mata)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kercing"

📝 Contoh Penggunaan kata "kercing" dalam Kalimat

1.Dokter memerintahkan pasien untuk memiringkan mata dan megercingkan bola mata untuk pemeriksaan.
2.Ibu mendorong anaknya untuk megercingkan mata agar tidak terlalu lelah saat membaca buku.
3.Dalam kegiatan olahraga, pelatih meminta atlet untuk megercingkan mata ke arah bola untuk meningkatkan koordinasi.
4.Ibu memandikan bayi dan megercingkan mata bayi dengan sabun untuk membersihkan kedua mata.
5.Setelah berjalan di bawah matahari terik, saya megercingkan mata dengan air dingin untuk menghilangkan kekeringan.

📚 Artikel terkait kata "kercing"

Mengenal Kata 'kercing' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kercing" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "kercing" seringkali memicu perasaan penasaran. Makna umum dari kata ini adalah memicingkan (mata). Dalam konteks historis dan sosial, kata kercing memiliki makna yang lebih mendalam. Orang-orang biasanya menggunakan kata ini untuk menggambarkan keadaan mata yang terpicing, biasanya karena kelelahan atau kekurangan istirahat yang cukup. Kata kercing sering digunakan dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Setelah bekerja selama 8 jam, dia merasa kercing dan membutuhkan istirahat." Atau, "Dia harus beristirahat sejenak karena mata kercing akibat membaca buku selama berjam-jam." Contoh lainnya adalah, "Setelah melihat sinar matahari langsung, dia merasa kercing dan harus menggunakan kacamata." Dalam kehidupan sehari-hari, kata kercing memiliki relevansi yang signifikan. Di Indonesia, banyak orang bekerja keras dan tidak memiliki cukup waktu untuk beristirahat. Hal ini dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental, termasuk gejala kercing. Oleh karena itu, penting untuk memprioritaskan kebutuhan istirahat dan beristirahat secara teratur untuk menghindari gejala kercing dan meningkatkan kualitas hidup.