Arti Kata "keruntang-pungkang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "keruntang-pungkang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

keruntang-pungkang

ke·run·tang-pung·kang a kacau-balau

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "keruntang-pungkang"

📝 Contoh Penggunaan kata "keruntang-pungkang" dalam Kalimat

1.Pertemuan keruntang-pungkang antara kedua tim sepak bola membuat hasilnya sulit diprediksi.
2.keruntang-pungkangnya suasana di dalam kelas membuat gurunya kesulitan mengajar.
3.Dalam film tersebut, aktor berperan sebagai seorang yang suka membuat keruntang-pungkang dalam kehidupan sehari-hari.
4.Pengunjung museum merasa ketakutan melihat keruntang-pungkangnya suasana di dalam ruangan pameran.
5.Pernyataan keruntang-pungkang dari sumber tersebut tidak dapat dipercaya tanpa bukti yang jelas.

📚 Artikel terkait kata "keruntang-pungkang"

Mengenal Kata 'keruntang-pungkang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "keruntang-pungkang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata keruntang-pungkang sering digunakan dalam bahasa sehari-hari untuk menggambarkan suasana yang kacau-balau dan tidak terkendali. Istilah ini memiliki asal-usul dari masa lalu, ketika masyarakat Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks historis, keruntang-pungkang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi masyarakat yang masih sederhana dan tidak terbiasa dengan kemajuan teknologi dan peradaban. Namun, dalam era modern, istilah ini masih digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak terduga dan tidak terkendali, seperti dalam situasi kecelakaan atau bencana alam. Contoh penggunaan kata keruntang-pungkang dalam kalimat yang alami adalah: "Saat badai melanda kota, situasi menjadi sangat keruntang-pungkang dan membuat banyak orang terkejut." Atau, "Ketika mobil saya terjatuh ke dalam lubang, situasi menjadi sangat keruntang-pungkang dan membuat saya panik." Dalam kehidupan sehari-hari, kata keruntang-pungkang masih relevan dan digunakan dalam berbagai situasi. Saat kita menghadapi kesulitan atau kejutan yang tidak terduga, kita sering menggambarkannya sebagai situasi keruntang-pungkang. Ini menunjukkan bahwa istilah ini masih menjadi bagian dari bahasa sehari-hari kita dan digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak terkendali dan tidak terduga.