Arti Kata "kesomplok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kesomplok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kesomplok

ke·som·plok Jk v 1 tersampuk; tertumbuk; terlanggar; 2 kehabisan uang (biaya)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kesomplok"

📝 Contoh Penggunaan kata "kesomplok" dalam Kalimat

1.Pada saat kecelakaan lalu lintas, mobil saya ke­somplok oleh truk besar.
2.Pada hari pertama kuliah, saya ke­somplok dengan mahasiswa lainnya di dalam lift.
3.Dia ke­somplok dengan saya dan tidak mau membayar biaya makan di restoran.
4.Karena ke­somplok uang, saya harus meminjam uang dari teman untuk membayar tagihan listrik.
5.Dia ke­somplok dengan kesempatan untuk memenangkan hadiah utama dalam lomba menulis.

📚 Artikel terkait kata "kesomplok"

Mengenal Kata 'kesomplok' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kesomplok" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "kesomplok" mungkin tidak banyak diketahui oleh masyarakat umum, tetapi maknanya cukup menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam arti resmi, kesomplok memiliki dua arti, yaitu tersampuk atau tertumbuk, serta kehabisan uang (biaya). Pada awalnya, kata "kesomplok" berasal dari bahasa Jawa, yaitu "sompok", yang berarti tersampuk atau tertumbuk. Dalam konteks ini, kesomplok sering digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang terjatuh atau terlanggar. Misalnya, "Dia kesomplok saat berlari di jalanan karena tidak melihat batu besar." Dalam konteks ini, kata "kesomplok" digunakan untuk menggambarkan keadaan fisik seseorang. Namun, kata "kesomplok" juga memiliki arti kedua, yaitu kehabisan uang (biaya). Dalam konteks ini, kesomplok sering digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang tidak memiliki cukup uang untuk membiayai sesuatu. Misalnya, "Saya kesomplok untuk membeli tiket konser karena tidak memiliki cukup uang." Dalam konteks ini, kata "kesomplok" digunakan untuk menggambarkan keadaan keuangan seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kesomplok" masih relevan dan sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, saat kita tidak memiliki cukup uang untuk membeli sesuatu, kita akan mengatakan "Saya kesomplok." Dalam konteks ini, kata "kesomplok" digunakan untuk menggambarkan keadaan keuangan kita. Selain itu, kata "kesomplok" juga digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam berbagai teks sastra atau bahasa populer.