Arti Kata "mati kebebangan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mati kebebangan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mati kebebangan

mati bebang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mati kebebangan"

📝 Contoh Penggunaan kata "mati kebebangan" dalam Kalimat

1.Karena kecelakaan, dia mati kebebangan saat menyebrang jalan.
2.Kematian akibat kejatuhan gedung itu disebabkan karena struktur bangunan mati kebebangan.
3.Karena kegagalan pemeriksaan, konstruksi jembatan mati kebebangan dan menyebabkan kecelakaan.
4.Dalam bahasa Indonesia, kata "mati kebebangan" sering digunakan dalam konteks akademis untuk menggambarkan struktur yang roboh.
5.Karena kerusakan akibat banjir, beberapa rumah mati kebebangan dan perlu dibangun kembali.

📚 Artikel terkait kata "mati kebebangan"

Mengenal Kata 'mati kebebangan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mati kebebangan" - Inspirasi dan Motivasi

Berawal dari Sejarah

Kata "mati kebebangan" mungkin tidak familiar bagi banyak orang, tetapi dalam bahasa Indonesia, istilah ini memiliki makna yang unik. Secara historis, "mati kebebangan" berasal dari kata "mati bebang" yang digunakan pada masa lalu, terutama dalam konteks agraris. Bebang sendiri merujuk pada tanaman jagung atau jagung liar yang tumbuh di pinggir jalan atau di lapangan. Ketika tanaman tersebut mati, maka tanahnya menjadi tak subur lagi. Dengan demikian, "mati kebebangan" mengacu pada keadaan tanah yang tidak subur lagi, baik karena tanaman bebang mati atau karena faktor lain.

Penggunaan Kata dalam Bahasa Sehari-Hari

Kata "mati kebebangan" dapat digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Misalnya, "Tanah di sini sudah mati kebebangan, tidak bisa lagi ditanami sayuran." atau "Karena mati kebebangannya lahan pertanian, produksi makanan menurun drastis." Dalam kedua contoh kalimat di atas, kata "mati kebebangan" digunakan untuk menggambarkan kondisi tanah yang tidak subur lagi.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "mati kebebangan" memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, ketika kita melihat tanah di sekitar kita menjadi tidak subur lagi, maka kita dapat mengatakan bahwa tanah tersebut telah mati kebebangan. Hal ini dapat menjadi peringatan bagi kita untuk lebih berhati-hati dalam menjaga lingkungan sekitar kita. Dalam konteks budaya Indonesia modern, kata "mati kebebangan" dapat dihubungkan dengan pentingnya menjaga kelestarian alam dan menjaga keberlanjutan lingkungan.