Arti Kata "kiramat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kiramat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kiramat

ki·ra·mat kl n doa restu: berkat -- Dang Tuanku, mendapatlah ia pikiran yg baik

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kiramat"

📝 Contoh Penggunaan kata "kiramat" dalam Kalimat

1.Pada hari ulang tahunnya, keluarga memberikan kiramat kepada cucunya agar menjadi orang sukses.
2.Pemimpin agama memberikan kiramat kepada umatnya sebelum menjalankan perjalanan ke suatu tempat.
3.Keluarga miskin memohon kiramat kepada keluarga yang lebih beruntung agar dapat membantu mereka.
4.Dalam upacara pernikahan, para tamu memberikan kiramat kepada pasangan yang baru menikah.
5.Dia berdoa memohon kiramat kepada Tuhan agar dapat menyelesaikan proyek yang sedang dikerjakan.

📚 Artikel terkait kata "kiramat"

Mengenal Kata 'kiramat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kiramat" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "kiramat" adalah salah satu kata yang paling kaya makna dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini memiliki arti "doa restu: berkat" yang diberikan kepada seseorang, terutama kepada anak atau cucu. Konsep ini berasal dari tradisi keturunan Melayu yang sangat menghargai hubungan keluarga dan menganggap anak sebagai berkat dari Tuhan. Dalam konteks ini, "kiramat" adalah harapan dan doa restu yang diberikan untuk menjaga dan melindungi anak agar selalu mendapatkan hidup yang bahagia dan sejahtera. Kiramat bukan hanya sekadar doa restu, tetapi juga merupakan simbol dari kecintaan dan kepedulian orang tua terhadap anaknya. Dalam masyarakat tradisional Indonesia, "kiramat" seringkali diungkapkan dalam bentuk doa restu yang diucapkan pada saat anak akan menikah, melahirkan, atau melakukan perjalanan jauh. Contoh penggunaan kata "kiramat" dalam kalimat yang alami adalah: "Dang Tuanku, mendapatlah ia pikiran yang baik" atau "Semoga Tuhan melindungi dan menjaga anak kami dalam perjalanan ini." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kiramat" masih sangat relevan. Orang tua yang mencintai anaknya akan selalu berdoa dan berharap agar anaknya selalu mendapatkan hidup yang bahagia dan sejahtera. Dalam budaya Indonesia modern, "kiramat" juga dapat diartikan sebagai kecintaan dan kepedulian yang tulus terhadap anak. Dengan demikian, kata "kiramat" menjadi simbol dari hubungan yang sangat dekat antara orang tua dan anak.