Arti Kata "klasisisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "klasisisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

klasisisme

kla·si·sis·me n 1 peniruan langgam seni (kebudayaan, sastra) Yunani dan Romawi Kuno, ditandai dng pengutamaan bentuk, kesederhanaan, dan penguasaan emosi, spt yg terjadi pd abad ke-18; 2 paham tt standar tradisional yg universal dan langgeng

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "klasisisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "klasisisme" dalam Kalimat

1.Arsitektur klasikis di kota lama menampilkan keindahan dan keanggunan yang tak tergoyahkan.
2.Pembangunan gedung baru diharapkan akan meninggalkan kesan klasikis yang elegan.
3.Buku sastra modern mengandung unsur-unsur klasikis yang masih relevan dengan kehidupan modern.
4.Pengajar mengajarkan konsep klasikis dalam sejarah seni rupa kepada murid-muridnya.
5.Pengkritik seni menilai bahwa karya seni tersebut memiliki unsur klasikis yang sangat kuat.

📚 Artikel terkait kata "klasisisme"

Mengenal Kata 'klasisisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Klasisisme" - Inspirasi dari Seni Yunani dan Romawi Kuno

Kata "klasisisme" berasal dari bahasa Yunani "klasismos", yang berarti "model" atau "standar". Dalam konteks seni dan budaya, klasisisme merujuk pada peniruan langgam seni Yunani dan Romawi Kuno, yang ditandai dengan pengutamaan bentuk, kesederhanaan, dan penguasaan emosi. Pada abad ke-18, klasisisme menjadi gaya seni yang populer, dengan penekanan pada reproduksi bentuk-bentuk klasik.

Contoh Penggunaan Klasisisme dalam Seni dan Budaya

Klasisisme dapat dilihat dalam berbagai aspek seni dan budaya, seperti arsitektur, patung, sastra, dan musik. Contohnya, dalam arsitektur, klasisisme dapat dilihat dalam bangunan-bangunan yang memiliki bentuk-bentuk klasik, seperti Koloseum di Roma. Dalam sastra, klasisisme dapat dilihat dalam karya-karya sastra yang memiliki gaya bahasa yang sederhana dan elegan, seperti karya-karya sastra Yunani kuno.

Relevansi Klasisisme dalam Kehidupan Sehari-hari

Klasisisme tidak hanya terbatas pada seni dan budaya, tetapi juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam desain grafis, klasisisme dapat digunakan untuk menciptakan tampilan yang elegan dan sederhana. Dalam komunikasi, klasisisme dapat digunakan untuk menyampaikan pesan yang jelas dan efektif. Dalam konteks budaya Indonesia, klasisisme dapat dilihat dalam tradisi-tradisi adat istiadat yang memiliki nilai-nilai klasik, seperti upacara pernikahan tradisional di Jawa. Dalam kesimpulan, klasisisme adalah konsep seni dan budaya yang memiliki nilai-nilai klasik yang masih relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami klasisisme, kita dapat mengapresiasi nilai-nilai klasik yang terdapat dalam seni dan budaya, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.