Arti Kata "klausa pasif" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "klausa pasif" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

klausa pasif

klausa yang subjeknya menjadi penderita

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "klausa pasif"

📝 Contoh Penggunaan kata "klausa pasif" dalam Kalimat

1.Kalimat hukum tentang perampokan itu menyebutkan bahwa rumah milik warga telah digoreng.
2.Saya tidak pernah tahu bahwa aku telah dipilih sebagai ketua tim proyek.
3.Dalam sejarah bangsa, pemberontakan telah dikalahkan oleh kekuatan penjajah.
4.Pada masa lalu, para pria telah digunakan sebagai pekerjaan kasar pada pertanian.
5.Kami tidak ingin rumah kami diperebutkan oleh orang lain.

📚 Artikel terkait kata "klausa pasif"

Mengenal Kata 'klausa pasif' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "klausa pasif" - Fungsi dan Contoh dalam Bahasa Indonesia

Kata "klausa pasif" adalah istilah yang digunakan dalam tata bahasa untuk menggambarkan klausa yang subjeknya menjadi penderita. Konsep ini telah ada sejak lama dan terkait erat dengan struktur kalimat dalam bahasa Indonesia.

Sejarah dan Konteks Klausa Pasif

Klausa pasif telah ada sejak zaman kolonial Belanda, ketika bahasa Indonesia masih dalam proses pengembangan. Pada saat itu, bahasa Indonesia belum memiliki struktur kalimat yang khas, sehingga perlu dipinjam istilah-istilah dari bahasa Belanda, termasuk kata "klausa". Dalam konteks sejarah, klausa pasif digunakan untuk menggambarkan klausa yang subjeknya tidak aktif, melainkan menjadi objek dari tindakan.

Contoh Klausa Pasif dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh klausa pasif dalam kalimat yang alami: - Klausa pasif dapat digunakan untuk menggambarkan tindakan yang dilakukan oleh orang lain. Misalnya: "Kamar ini sudah dibersihkan oleh ibu." Dalam contoh kalimat ini, subjek "kamar" tidak melakukan tindakan, melainkan menjadi objek dari tindakan "dibersihkan". - Klausa pasif juga dapat digunakan untuk menggambarkan tindakan yang dilakukan oleh diri sendiri. Misalnya: "Aku telah membaca buku itu." Dalam contoh kalimat ini, subjek "aku" melakukan tindakan "membaca", namun juga menjadi penderita dari tindakan tersebut. - Klausa pasif dapat digunakan untuk menggambarkan tindakan yang tidak jelas. Misalnya: "Buku itu telah hilang." Dalam contoh kalimat ini, subjek "buku" tidak memiliki penjelasan yang jelas tentang tindakan yang dilakukan.

Relevansi Klausa Pasif dalam Kehidupan Sehari-Hari

Klausa pasif memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam komunikasi dan ekspresi diri. Dalam bahasa Indonesia, klausa pasif digunakan untuk menggambarkan berbagai situasi, seperti tindakan yang dilakukan oleh orang lain, tindakan yang dilakukan oleh diri sendiri, dan tindakan yang tidak jelas. Dengan demikian, klausa pasif menjadi bagian penting dalam struktur kalimat bahasa Indonesia.