Arti Kata "klaustrofobia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "klaustrofobia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

klaustrofobia

kla·us·tro·fo·bia n Psi rasa takut akan terkurung pd suatu tempat (ruangan) yg sempit dan tertutup

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "klaustrofobia"

📝 Contoh Penggunaan kata "klaustrofobia" dalam Kalimat

1.Dia memiliki kondisi mental klaustrofobia yang parah, sehingga sulit untuk dia keluar rumah.
2.klaustrofobia yang dialami oleh karakter dalam novel itu membuatnya selalu merasa tidak nyaman di tengah kerumunan orang.
3.Dalam kelas, aku harus selalu membawa obat anti-klaustrofobia untuk mengatasi kecemasan saat menghadapi ujian.
4.Dia memiliki rasa takut akan terkurung dalam ruangan tertutup, gejala klaustrofobia yang umum dialami oleh banyak orang.
5.Saat melihat gambar bawah laut, aku merasa lebih tenang karena tidak merasakan gejala klaustrofobia seperti biasanya.

📚 Artikel terkait kata "klaustrofobia"

Mengenal Kata 'klaustrofobia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Klaustrofobia" - Inspirasi dan Motivasi

Klaustrofobia adalah kata yang telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia sejak lama. Kata ini memiliki makna umum yang terkait dengan rasa takut akan terkurung dalam ruangan yang sempit dan tertutup. Dalam konteks historis dan sosial, klaustrofobia dapat dihubungkan dengan pengalaman manusia yang selalu mencari ruang dan kebebasan. Dalam zaman modern, klaustrofobia telah menjadi topik yang menarik dalam bidang psikologi dan kesehatan mental. Klaustrofobia biasanya digunakan untuk menggambarkan rasa takut yang kuat terhadap ruang tertutup. Contoh penggunaan kata klaustrofobia dalam kalimat yang alami adalah: "Anak itu mengalami klaustrofobia ketika harus berada di dalam lift yang sempit." Atau, "Dia tidak bisa menghadapi klaustrofobia dalam ruang yang tertutup, sehingga selalu mencari jalan keluar." Dalam kehidupan sehari-hari, klaustrofobia dapat menjadi hambatan yang signifikan. Misalnya, seseorang yang mengalami klaustrofobia mungkin akan sulit untuk berada di dalam ruang kerja yang sempit atau menikmati perjalanan dalam kereta api yang tertutup. Namun, dengan kesadaran dan pengenalan yang tepat, kita dapat mengatasi rasa takut tersebut dan mencari cara untuk menghadapinya. Dalam budaya Indonesia modern, klaustrofobia telah menjadi topik yang menarik dalam diskusi dan debat tentang kesehatan mental dan kehidupan sehari-hari.