Arti Kata "taufah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "taufah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

taufah

tau·fah Ar a lalai; alpa

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "taufah"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "taufah" dalam Kalimat

1.Mahasiswa yang lalai dalam membaca bacaan dapat dianggap sebagai orang yang tidak memiliki taufah dalam akademik.
2.Pengajar harus memiliki taufah dalam menyampaikan materi untuk memahamkan siswa.
3.Di masyarakat, seseorang yang tidak memahami aturan lalu lintas dapat dikatakan sebagai orang yang tidak memiliki taufah.
4.taufah dalam berbicara adalah kemampuan berkomunikasi dengan efektif dan efisien.
5.Orang yang memiliki taufah dalam mengelola keuangan dapat menghemat biaya dan tetap hidup dengan nyaman.

πŸ“š Artikel terkait kata "taufah"

Mengenal Kata 'taufah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Taufah": Inspirasi dan Motivasi

Kata "taufah" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan seseorang yang mengalami kealpaan atau kebodohan. Dalam konteks historis dan sosial, kata ini memiliki makna yang lebih dalam, yaitu "tauΒ·fah Ar a lalai; alpa", yang mengacu pada keadaan seseorang yang tidak sadar atau tidak menyadari sesuatu. Konsep ini sangat relevan dalam budaya Indonesia, terutama dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan kata "taufah" dalam kalimat yang alami dapat dilihat dalam beberapa contoh berikut. "Dia tidak merasa taufah ketika anaknya sakit karena dia sibuk bekerja." Dalam kalimat ini, kata "taufah" digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang tidak menyadari atau tidak sadar akan keadaan anaknya. Contoh lainnya adalah, "Ketika dia melihat kekayaan temannya, dia merasa taufah karena dia sendiri tidak memiliki apa-apa." Dalam contoh ini, kata "taufah" digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang merasa tidak menyadari atau tidak sadar akan keadaan dirinya sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "taufah" sangat relevan dalam berbagai situasi. Seseorang yang tidak menyadari atau tidak sadar akan keadaan dirinya sendiri atau orang lain dapat mengalami kesulitan dalam menghadapi masalah. Oleh karena itu, penting untuk memiliki kesadaran dan pengertian tentang keadaan kita sendiri dan orang lain. Dengan demikian, kita dapat menghindari keadaan "taufah" dan serta merta memiliki kesempatan untuk mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi masalah.