Arti Kata "kohesif" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kohesif" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kohesif

ko·he·sif /kohésif/ a melekat satu dng yg lain; padu; berlekatan;
ke·ko·he·sif·an n perihal kohesif: pekerjaan pokok yg harus dihadapi pengurus baru adalah membangun ~ dl tubuh kepemimpinan partai

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kohesif"

📝 Contoh Penggunaan kata "kohesif" dalam Kalimat

1.Kata "kohesif" dapat digunakan dalam beberapa konteks berbeda, seperti berikut:
2.Pada konteks pendidikan, guru harus membangun hubungan yang kohesif dengan murid-muridnya agar siswa merasa nyaman dan dapat belajar dengan baik.
3.Dalam konteks sosial, hubungan kohesif antara teman-teman sangat penting untuk meningkatkan kekuatan kelompok dan menciptakan kenyamanan bersama.
4.Pada konteks sehari-hari, pasangan yang memiliki hubungan kohesif lebih cenderung untuk mencapai kesepakatan dan menyelesaikan masalah bersama-sama.
5.Pada konteks sastra, hubungan kohesif antara karakter dan lingkungan cerita dapat mempengaruhi pengembangan plot dan tema.

📚 Artikel terkait kata "kohesif"

Mengenal Kata 'kohesif' - Inspirasi dan Motivasi

Pengertian dan Fungsi Kohesif dalam Bahasa Indonesia

Kata kohesif, yang berasal dari bahasa Latin "cohaerere", memiliki makna umum sebagai sesuatu yang melekat satu dengan yang lain, padu, atau berlekatan. Dalam konteks sejarah bahasa Indonesia, kata ini pertama kali muncul pada abad ke-19 dan telah digunakan secara luas dalam berbagai bidang, termasuk politik, ekonomi, dan sosial. Dalam era politik, misalnya, kohesif sangat penting dalam membentuk kekuatan partai atau organisasi politik. Pekerjaan pokok pengurus baru adalah membangun kohesif di dalam tubuh kepemimpinan partai, sehingga dapat meningkatkan solidaritas dan konsistensi dalam mengambil keputusan. Dengan demikian, partai dapat lebih efektif dalam mewakili kepentingan masyarakat dan mencapai tujuan yang diinginkan. Contoh-contoh penggunaan kata kohesif dalam kalimat yang alami adalah: * Peningkatan kohesif antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan. * Proses pembentukan kohesif antara tim olahraga sangatlah kompleks dan memerlukan kemampuan komunikasi yang baik. * Meningkatkan kohesif dalam organisasi perusahaan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam kerja sama. Dalam kehidupan sehari-hari, kohesif juga sangat penting dalam membentuk hubungan sosial yang harmonis. Dalam budaya Indonesia modern, misalnya, kohesif sangat diperlukan dalam membentuk komunitas yang kuat dan solid, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan demikian, kita dapat mencapai tujuan yang diinginkan dan meningkatkan kesejahteraan bersama.