Arti Kata "kolofon" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kolofon" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kolofon

ko·lo·fon n Sas catatan penulis, umumnya pd akhir naskah atau terbitan, berisi keterangan mengenai tempat, waktu, dan penyalin naskah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kolofon"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "kolofon" dalam Kalimat

1.Dalam buku klasik itu, terdapat kolofon yang mengungkapkan identitas penulis yang tak terduga.
2.Pada sebuah naskah kuno, kolofon menyebutkan nama penyalin dan tempatnya.
3.Sebagai seorang peneliti, saya harus memeriksa kolofon untuk mengidentifikasi sumber buku asli.
4.Dalam perpustakaan itu, beberapa buku lama memiliki kolofon yang menarik bagi saya.
5.kolofon di akhir naskah tersebut memuat informasi tentang keberadaan penulis dan penyalin.

πŸ“š Artikel terkait kata "kolofon"

Mengenal Kata 'kolofon' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kolofon" - Catatan yang Menghiasi Naskah Kuno

Kata "kolofon" mungkin tidak asing lagi bagi pecinta buku dan peneliti naskah kuno. Namun, bagi banyak orang, kolofon masih merupakan istilah yang tidak familiar. Di dalam bahasa Indonesia, kolofon memiliki arti resmi sebagai "koΒ·loΒ·fon n Sas catatan penulis, umumnya pd akhir naskah atau terbitan, berisi keterangan mengenai tempat, waktu, dan penyalin naskah". Secara historis, kolofon telah lama digunakan sebagai catatan penulis pada naskah-naskah kuno di berbagai budaya. Pada masa lalu, kolofon berfungsi sebagai sarana untuk mengidentifikasi asal usul naskah, serta menjelaskan proses penyalinan dan pengeditan yang telah dilakukan. Dengan demikian, kolofon menjadi bagian penting dari sejarah dan kebudayaan suatu masyarakat. Contoh penggunaan kata kolofon dapat dilihat dalam kalimat berikut: "Pada akhir naskah itu, terdapat kolofon yang menjelaskan bahwa naskah tersebut telah disalin oleh seorang penyalin bernama A pada tahun 1450." Dalam kalimat ini, kolofon berfungsi sebagai catatan penulis yang menjelaskan asal usul naskah. Dalam kehidupan sehari-hari, kata kolofon mungkin tidak lagi digunakan secara luas. Namun, konsep kolofon masih relevan dalam konteks modern, seperti dalam penggunaan kolofon dalam buku elektronik atau digital. Dalam konteks ini, kolofon dapat berfungsi sebagai catatan yang menjelaskan tentang asal usul dan proses pengeditan suatu teks. Dalam kesimpulan, kata kolofon memiliki arti penting dalam konteks naskah kuno dan sejarah. Meskipun konsep kolofon mungkin tidak lagi digunakan secara luas, namun prinsip kolofon masih relevan dalam konteks modern.