Arti Kata "konkordat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "konkordat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

konkordat

kon·kor·dat n Kat persetujuan antara Paus dng seorang raja atau suatu pemerintah negara untuk mengatur hubungan timbal balik antara kedua belah pihak mengenai soal-soal kegerejaan di negara itu dsb

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "konkordat"

📝 Contoh Penggunaan kata "konkordat" dalam Kalimat

1.Pemerintah Vatikan menandatangani konkordat dengan negara-negara Eropa untuk mengatur hubungan gereja.
2.Persetujuan konkordat antara negara dan gereja sering kali menimbulkan perdebatan politik.
3.Pada tahun 1929, Paus Pius XI menandatangani konkordat dengan Italia untuk mengatasi konflik antara gereja dan negara.
4.konkordat yang ditandatangani dengan negara-negara Eropa berlaku sebagai acuan hukum untuk gereja di wilayah tersebut.
5.Dalam sejarah, konkordat sering digunakan sebagai alat politik untuk mempengaruhi keputusan gereja.

📚 Artikel terkait kata "konkordat"

Mengenal Kata 'konkordat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Konkordat" - Persetujuan Antara Paus dan Pemerintah

Dalam bahasa Indonesia, kata konkordat memiliki makna yang sangat spesifik, yaitu persetujuan antara Paus dan seorang raja atau suatu pemerintah negara untuk mengatur hubungan timbal balik antara kedua belah pihak mengenai soal-soal kegerejaan di negara itu. Kata ini memiliki sejarah yang panjang dan kompleks, dengan konotasi yang seringkali dihubungkan dengan kekuasaan dan pengaruh Gereja Katolik.

Sejarah dan Konteks Konkordat

Konkordat adalah sebuah praktik yang telah digunakan selama berabad-abad, terutama di Eropa. Paus dan pemerintah negara akan berunding untuk menetapkan batasan dan hak-hak masing-masing dalam mengatur kegerejaan di negara tersebut. Tujuan dari konkordat adalah untuk memastikan bahwa Gereja Katolik dapat beroperasi dengan bebas dan aman, sementara pemerintah negara dapat menjaga kepentingan dan keamanan negaranya.

Penggunaan Kata Konkordat dalam Kehidupan Sehari-hari

Konkordat bukan hanya merupakan konsep teoritis, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, pada tahun 1929, Paus Pius XI dan Benito Mussolini menandatangani konkordat yang mengatur hubungan antara Gereja Katolik dan pemerintah Italia. Konkordat ini memberikan hak-hak khusus kepada Gereja Katolik dalam mengatur kependudukan dan pendidikan di Italia. Dalam konteks modern, konkordat masih digunakan sebagai alat untuk mengatur hubungan antara Gereja dan pemerintah negara.

Relevansi Konkordat dalam Kehidupan Indonesia

Walaupun kata konkordat tidak secara langsung digunakan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia, konsepnya masih relevan dalam mengatur hubungan antara Gereja dan pemerintah. Pemerintah Indonesia telah menandatangani beberapa perjanjian dengan Gereja Katolik untuk mengatur peran dan fungsi Gereja dalam masyarakat. Dengan demikian, kata konkordat masih memiliki peran penting dalam mengatur hubungan antara pemerintah dan Gereja di Indonesia.