Arti Kata "konservatisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "konservatisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

konservatisme

kon·ser·va·tis·me /konsérvatisme/ n paham politik yg ingin mempertahankan tradisi dan stabilitas sosial, melestarikan pranata yg sudah ada, menghendaki perkembangan setapak demi setapak, serta menentang perubahan yg radikal

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "konservatisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "konservatisme" dalam Kalimat

1.konservatisme politik telah menjadi pilihan bagi banyak masyarakat yang takut dengan perubahan besar.
2.konservatisme budaya sering dianggap sebagai hal yang negatif oleh beberapa orang yang suka mencoba hal baru.
3.Pengajar di sekolah itu memang memiliki konservatisme dalam pendidikan, tetapi murid-muridnya menikmati metode belajarnya.
4.konservatisme agama sering digunakan sebagai alasan untuk menentang perubahan sosial di masyarakat.
5.Gaya hidup konservatif seorang ibu membuat keluarganya merasa nyaman dan stabil.

📚 Artikel terkait kata "konservatisme"

Mengenal Kata 'konservatisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Konservatisme" - Inspirasi dan Motivasi

Paham konservatisme telah menjadi topik perdebatan dalam berbagai aspek kehidupan, terutama di dalam konteks politik dan sosial. Dalam arti resmi, konservatisme adalah paham politik yang ingin mempertahankan tradisi dan stabilitas sosial, melestarikan pranata yang sudah ada, menghendaki perkembangan setapak demi setapak, serta menentang perubahan yang radikal. Konsep ini memiliki latar belakang sejarah yang kaya, dengan akar pada ide-ide politik dan sosial yang berkembang selama Abad Pertengahan. Tidak hanya dalam konteks sejarah, konservatisme juga memiliki pengaruh yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Contohnya, dalam kalimat: "Pemerintah memilih untuk mengambil pendekatan konservatisme dalam reformasi perekonomian, dengan tujuan mempertahankan kestabilan dan menghindari risiko besar." Dalam konteks lain, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan sikap seseorang yang tidak suka berubah dan lebih suka mempertahankan kebiasaan lama. Misalnya: "Dia memiliki sikap konservatisme dalam hal teknologi, karena dia tidak ingin beradaptasi dengan perubahan yang cepat." Dalam kehidupan sehari-hari, konservatisme dapat berdampak positif dan negatif. Sisi positifnya adalah bahwa paham ini dapat membantu mempertahankan nilai-nilai dan tradisi yang penting, serta menghindari perubahan yang tidak stabil. Namun, sisi negatifnya adalah bahwa konservatisme dapat menghalangi kemajuan dan perubahan yang dibutuhkan dalam masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan mengembangkan paham konservatisme yang seimbang dan fleksibel, sehingga dapat meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.