Arti Kata "konsumerisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "konsumerisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

konsumerisme

kon·su·mer·is·me /konsumérisme/ n 1 gerakan atau kebijakan untuk melindungi konsumen dng menata metode dan standar kerja produsen, penjual, dan pengiklan; 2 paham atau gaya hidup yg menganggap barang-barang (mewah) sbg ukuran kebahagiaan, kesenangan, dsb; gaya hidup yg tidak hemat: -- jangan sampai ditumbuhkan dl masyarakat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "konsumerisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "konsumerisme" dalam Kalimat

1.Gerakan konsumerisme telah mempengaruhi pola hidup masyarakat dengan meningkatkan konsumsi barang-barang mewah.
2.Dalam konteks ekonomi, konsumerisme dapat berdampak pada peningkatan produksi dan perekenaan, tetapi juga dapat menyebabkan kelebihan produksi dan pengangguran.
3.Paham konsumerisme dapat dianggap sebagai penyebab utama kerusakan lingkungan karena konsumsi bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan.
4.Para ahli ekonomi memiliki perdebatan tentang dampak konsumerisme pada perekonomian, dengan beberapa yang mendukung dan beberapa yang menentangnya.
5.Kebijakan pemerintah untuk melindungi konsumen dengan menegakkan hukum anti-monopoli dapat dianggap sebagai contoh konsumerisme.

📚 Artikel terkait kata "konsumerisme"

Mengenal Kata 'konsumerisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Konsumerisme" - Gaya Hidup yang Mempengaruhi Kehidupan Sehari-Hari

Definisi dan Konteks

Kata "konsumerisme" memiliki dua makna yang berbeda, tetapi keduanya terkait dengan pola pikir dan perilaku manusia dalam menggunakan barang dan jasa. Dalam arti resmi, konsumerisme adalah gerakan atau kebijakan untuk melindungi konsumen dengan menata metode dan standar kerja produsen, penjual, dan pengiklan. Namun, dalam konteks sosial dan psikologis, konsumerisme lebih sering digunakan untuk menggambarkan paham atau gaya hidup yang menganggap barang-barang mewah sebagai ukuran kebahagiaan, kesenangan, dan status sosial.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Kata konsumerisme sering digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Misalnya, "Masyarakat modern seringkali dipengaruhi oleh tren konsumerisme yang dapat menyebabkan pengeluaran yang tidak terkendali." Dalam konteks lain, "Perusahaan yang berfokus pada konsumerisme seringkali menggunakan iklan yang menjanjikan kebahagiaan dan kesenangan sebagai cara untuk meningkatkan penjualan."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, konsumerisme memiliki dampak yang signifikan terhadap pola pikir dan perilaku manusia. Banyak orang di Indonesia modern dipengaruhi oleh tren konsumerisme yang dapat menyebabkan pengeluaran yang tidak terkendali dan kecanduan barang-barang mewah. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menyadari bahwa konsumerisme bukan hanya tentang mengumpulkan barang-barang, tetapi juga tentang menemukan kebahagiaan dan kesenangan yang sebenarnya. Dengan menyadari bahwa konsumerisme dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap kehidupan kita, kita dapat mulai berubah dan mencari cara untuk menghindari kecanduan barang-barang mewah. Dengan demikian, kita dapat menemukan kebahagiaan dan kesenangan yang sebenarnya dan hidup dengan lebih bertanggung jawab.