Arti Kata "kritisi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kritisi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kritisi

kri·ti·si n kaum kritikus

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kritisi"

📝 Contoh Penggunaan kata "kritisi" dalam Kalimat

1.Sekelompok kritisi film tersebut mengkritik adegan yang tidak pantas dalam film barunya.
2.Sebagai kritisi sastra, dia menulis artikel tentang kekurangan puisi modern.
3.Dia bekerja sebagai kritisi makanan di sebuah majalah kuliner terkenal di kota.
4.kritisi pendidikan menemukan bahwa kurikulum sekolah perlu diperbarui untuk memenuhi kebutuhan siswa.
5.kritisi sosial menunjukkan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan besar bagi generasi masa depan.

📚 Artikel terkait kata "kritisi"

Mengenal Kata 'kritisi' - Inspirasi dan Motivasi

Kritisi: Pengemban Tugas Membangun Kritik yang Bermakna

Kata kritisi berasal dari kata "kritikus", yang dalam konteks historis dan sosial, merujuk pada seorang individu yang memiliki peran penting dalam membentuk opini publik melalui kritik dan analisis terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk seni, politik, dan sosial. Kritisi memiliki tugas yang kompleks, yaitu mengidentifikasi kekurangan dan kelemahan, serta menawarkan solusi dan rekomendasi untuk perbaikan. Dalam prakteknya, kritisi sering ditemukan dalam berbagai konteks. Misalnya, seorang kritisi film dapat menilai kualitas suatu film dan menawarkan komentar tentang kesan dan impresinya. Sementara itu, seorang kritisi politik dapat menganalisis kebijakan pemerintah dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan. Contoh lain, seorang kritisi sastra dapat menganalisis karya sastra dan menilai kualitas bahasa dan struktur cerita. Dalam kehidupan sehari-hari, kritisi memiliki peran penting dalam membentuk opini publik dan mempengaruhi keputusan politik dan sosial. Dalam budaya Indonesia modern, kritisi sering digunakan sebagai alat untuk memantau dan mengevaluasi kebijakan pemerintah, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan. Sementara itu, kritisi juga dapat digunakan sebagai alat untuk mempromosikan karya seni dan sastra, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu penting. Dengan demikian, kritisi memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk opini publik dan mempengaruhi keputusan politik dan sosial.