Arti Kata "kapak menelan beliung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kapak menelan beliung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kapak menelan beliung

Peribahasa yang baik ditukar dengan yang buruk

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kapak menelan beliung"

📝 Contoh Penggunaan kata "kapak menelan beliung" dalam Kalimat

1.Kita harus sadar bahwa peribahasa "kapak menelan beliung" menggambarkan bahwa hal baik dapat tergantikan oleh hal buruk.
2.Dalam konteks pendidikan, guru harus mengingatkan siswa bahwa kemurahan hati guru tidak akan selalu berlangsung, jadi mereka harus bersiap untuk menghadapi situasi sulit.
3.Di lingkungan sosial, kita melihat bahwa ketika seseorang mendapatkan kepercayaan yang tinggi, mereka cenderung menjadi malas dan berlaku tidak adil.
4.Pengusaha sukses pernah berbagi cerita bahwa keberuntungannya sebenarnya tidak hanya karena kemampuan mereka sendiri, tetapi juga karena keputusan yang tepat pada momen yang tepat.
5.Dalam sejarah, perubahan politik yang terjadi di negara itu menunjukkan bahwa kekuasaan yang diperoleh dengan cara licik dapat digantikan oleh kekuasaan baru yang sama liciknya.

📚 Artikel terkait kata "kapak menelan beliung"

Mengenal Kata 'kapak menelan beliung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kapak Menelan Beliung" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "kapak menelan beliung" merupakan salah satu peribahasa yang populer di Indonesia. Maknanya adalah "peribahasa yang baik ditukar dengan yang buruk", yaitu suatu kondisi di mana hal yang positif atau berguna diganti dengan hal yang negatif atau merugikan. Konteks historis dan sosial kata ini mungkin terkait dengan perilaku manusia yang cenderung mengganti hal yang baik dengan hal yang buruk tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat contoh dari peribahasa "kapak menelan beliung". Misalnya, seseorang yang dulunya memiliki sifat baik seperti jujur dan adil, namun kemudian menjadi pendengki dan sombong. Atau, suatu perusahaan yang dulunya sukses karena kejujuran dan integritasnya, tapi kemudian menjadi korup karena mencari keuntungan dengan cara ilegal. Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa "kapak menelan beliung" dapat terjadi dalam berbagai konteks. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "kapak menelan beliung" dalam kalimat yang alami: - "Setelah menjadi pemimpin, dia tidak lagi memiliki sifat baik yang membuat dia disukai oleh masyarakat, melainkan menjadi pendendam yang menyebabkan 'kapak menelan beliung' di tengah-tengah masyarakat." - "Perusahaan yang dulunya sukses karena kejujuran dan integritasnya akhirnya menjadi korup, sehingga terjadi 'kapak menelan beliung' di industri." - "Orang yang dulunya memiliki sifat baik seperti jujur dan adil, tapi kemudian menjadi sombong dan pendendam, menyebabkan 'kapak menelan beliung' dalam hubungannya dengan orang lain." Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa "kapak menelan beliung" memiliki relevansi yang signifikan. Mengingat bahwa kita sering kali terjebak dalam kebiasaan buruk seperti mengganti hal yang baik dengan hal yang buruk, maka peribahasa ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk kita menjadi lebih baik. Dengan memahami makna "kapak menelan beliung", kita dapat lebih sadar dan berhati-hati dalam mengambil keputusan, sehingga tidak terjebak dalam situasi yang tidak diinginkan.