Arti Kata "lampeni" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "lampeni" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

lampeni

lam·pe·ni n 1 pohon yg banyak dahannya, tingginya sekitar 2 m, bentuk daunnya bujur telur, buahnya yg muda berasa masam dan berwarna merah, sedangkan yg sudah tua berasa manis dan berwarna merah tua, kalau dimakan menyebabkan bibir dan lidah menjadi ungu; Ardisia humilis; 2 buah lampeni

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "lampeni"

📝 Contoh Penggunaan kata "lampeni" dalam Kalimat

1.Penggunaan pohon lampeni dalam pengobatan tradisional sangat populer di pedesaan.
2.Pada hari libur, saya dan teman-teman pergi berjalan-jalan di hutan dan menemukan beberapa pohon lampeni yang indah.
3.Dalam buku pelajaran biologi, murid-murid diberikan tugas mengidentifikasi pohon lampeni sebagai contoh tanaman dengan daun bujur telur.
4.Penggunaan pohon lampeni sebagai bahan obat tradisional telah menjadi kebiasaan masyarakat pedalaman selama beberapa generasi.
5.Pada festival musim semi, para penjual makanan menawarkan buah lampeni masak yang lezat dan unik.

📚 Artikel terkait kata "lampeni"

Mengenal Kata 'lampeni' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Lampeni" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "lampeni" memiliki makna yang sangat menarik dan unik dalam bahasa Indonesia. Pohon lampeni, yang juga dikenal sebagai Ardisia humilis, memiliki berbagai manfaat dan kegunaan yang tidak hanya terbatas pada kecantikan atau kesehatan. Di masa lalu, pohon lampeni sering digunakan sebagai tanaman obat tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Namun, perlu diingat bahwa buah lampeni dapat menyebabkan efek sampingan seperti mengubah warna bibir dan lidah menjadi ungu. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "lampeni" sering digunakan dalam berbagai kalimat yang alami. Misalnya, "Penduduk desa memanfaatkan daun lampeni sebagai obat tradisional untuk mengobati demam". Atau, "Buah lampeni yang sudah tua memiliki rasa manis dan dapat dimakan dengan hati-hati". Bahkan, kata "lampeni" juga sering digunakan dalam konteks budaya, seperti "Pesta tradisional menggunakan bunga lampeni sebagai hiasan utama". Dalam kehidupan modern, kata "lampeni" masih memiliki relevansi yang signifikan. Banyak orang yang masih mengenal dan memanfaatkan tanaman lampeni sebagai obat tradisional atau bahkan sebagai tanaman hias. Oleh karena itu, penting untuk kita mengenal dan memahami lebih baik tentang tanaman lampeni dan manfaatnya. Dengan demikian, kita dapat lebih bijak dalam menggunakan tanaman lampeni dan menghindari efek sampingan yang tidak diinginkan.