Arti Kata "lemak manis jangan ditelan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "lemak manis jangan ditelan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

lemak manis jangan ditelan

Peribahasa suatu perundingan, jikalau baik sekalipun jangan terus diterima dan jika kurang baik jangan pula terus ditolak, hendaklah dipikirkan dalam-dalam dan ditimbang baik-baik dahulu baik jeleknya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "lemak manis jangan ditelan"

📝 Contoh Penggunaan kata "lemak manis jangan ditelan" dalam Kalimat

1.Dalam perundingan bisnis, lemak manis jangan ditelan, karena dapat membawa konsekuensi yang tidak diinginkan.
2.Suasana yang nyaman di rumah seringkali membuat kita lemah hati, lemak manis jangan ditelan untuk menghindari konflik di kemudian hari.
3.Dalam sastra klasik, lemak manis jangan ditelan untuk menggambarkan sifat keibuan yang bijaksana.
4.Pada acara pertemuan dengan rekan kerja, lemak manis jangan ditelan untuk menghindari kesan lemah dalam pekerjaan.
5.Dalam proses belajar, lemak manis jangan ditelan untuk menghindari kesalahan yang berulang-ulang dalam pelajaran.

📚 Artikel terkait kata "lemak manis jangan ditelan"

Mengenal Kata 'lemak manis jangan ditelan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Lemak Manis Jangan Ditelan" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "lemak manis jangan ditelan" adalah salah satu peribahasa dalam bahasa Indonesia yang mengungkapkan pandangan bijak tentang cara berinteraksi dengan orang lain. Peribahasa ini sebenarnya berasal dari zaman kolonial, ketika lemak manis merupakan makanan lezat yang jarang dimiliki oleh masyarakat. Peribahasa ini mengingatkan kita untuk tidak terburu-buru menerima atau menolak tawaran orang lain tanpa memikirkan konsekuensinya. Peribahasa "lemak manis jangan ditelan" memiliki makna yang dalam, yaitu untuk tidak terburu-buru menerima atau menolak sesuatu tanpa memikirkan baik atau buruknya. Jika tawaran tersebut baik, jangan langsung menerimanya tanpa memikirkan lebih lanjut. Jika tawaran tersebut buruk, jangan langsung menolaknya tanpa memikirkan konsekuensinya. Dengan demikian, kita dapat membuat keputusan yang tepat dan tidak menyesal di kemudian hari. Contoh penggunaan kata "lemak manis jangan ditelan" dalam kalimat alami adalah: - "Sebelum memutuskan untuk menikah, jangan lupa untuk memikirkan baik atau buruknya pernikahan tersebut dengan menggunakan peribahasa **lemak manis jangan ditelan**." - "Jangan terburu-buru menerima tawaran kerja tersebut tanpa memikirkan lebih lanjut, karena peribahasa **lemak manis jangan ditelan** mengingatkan kita untuk berhati-hati." - "Sebelum memutuskan untuk membeli rumah, jangan lupa untuk memikirkan baik atau buruknya keputusan tersebut dengan menggunakan peribahasa **lemak manis jangan ditelan**." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "lemak manis jangan ditelan" masih relevan digunakan, terutama dalam situasi-situasi yang memerlukan kehati-hatian dan perencanaan yang matang. Dengan mengingatkan kita untuk tidak terburu-buru menerima atau menolak sesuatu, peribahasa ini dapat membantu kita membuat keputusan yang tepat dan tidak menyesal di kemudian hari.