Arti Kata "libidis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "libidis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

libidis

li·bi·dis a bersifat libido

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "libidis"

📝 Contoh Penggunaan kata "libidis" dalam Kalimat

1.Dokter mengevaluasi sifat libidus pasien yang mengalami gangguan seksual.
2.Di bidang psikiatri, libidus pasien sangat penting untuk dipahami.
3.Karena berubahnya libidus, pasangan suami istri mengalami kesulitan dalam hubungan seksual.
4.Dalam teori Freud, libidus adalah salah satu aspek penting dalam struktur kepribadian manusia.
5.Dokter menawarkan terapi untuk membantu pasien mengatasi masalah libidus yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

📚 Artikel terkait kata "libidis"

Mengenal Kata 'libidis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "libidis" - Inspirasi dan Motivasi

Kata libidis memiliki makna yang cukup kompleks dan menarik, terutama dalam konteks psikologi dan filosofi. Secara umum, libidis merujuk pada sifat atau kecenderungan seseorang yang memiliki intensitas libido yang tinggi. Libido sendiri adalah istilah yang diperkenalkan oleh Sigmund Freud untuk menggambarkan dorongan seksual yang tidak dapat dielakkan. Dalam sejarah, konsep libidis telah dikembangkan oleh banyak filsuf dan psikolog, seperti Friedrich Nietzsche dan Wilhelm Reich. Mereka berpendapat bahwa libido adalah aspek penting dari kehidupan manusia, yang mempengaruhi kualitas relasi dan keputusan dalam hidup. Berikut beberapa contoh penggunaan kata libidis dalam kalimat yang alami: * Dia memiliki libidis yang tinggi, sehingga selalu mencari perhatian dan pengakuan dari orang lain. * Filsuf tersebut berpendapat bahwa libido adalah sumber kekuatan yang dapat memicu kreativitas dan inovasi. * Dia memiliki libidis yang rendah, sehingga sulit untuk menjalin hubungan romantis dengan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep libidis masih relevan dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam hubungan romantis, seseorang dengan libidis yang tinggi dapat lebih mudah menemukan pasangan yang sesuai dengan preferensinya. Namun, perlu diingat bahwa libido juga dapat menjadi faktor yang membuat seseorang lebih sulit untuk meninggalkan hubungan yang tidak sehat. Dalam budaya Indonesia modern, konsep libidis masih dianggap sebagai topik yang sensitif dan tidak banyak dibicarakan. Namun, dengan semakin meningkatnya kesadaran akan isu-isu seksual dan kesehatan reproduksi, diharapkan libidis dapat menjadi topik yang lebih terbuka dan dapat dibicarakan dengan lebih bebas.