Arti Kata "ranggah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ranggah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ranggah

1rang·gah, me·rang·gah v menjolok (memetik) buah-buahan pd pohon sampai habis; merodok (dng tongkat )

2rang·gah n gelambir yg tumbuh di kepala ayam; balung; jengger

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ranggah"

📝 Contoh Penggunaan kata "ranggah" dalam Kalimat

1.Petani memutuskan untuk menjual hasil panen mereka setelah meranggah pohon pisang.
2.Pada musim panas, penduduk desa biasanya meranggah buah-buahan dari pohon-pohon di hutan.
3.Di kebun, para pekerja harus meranggah buah-buahan yang sudah matang dengan hati-hati.
4.Di film lama, ada adegan yang menunjukkan para petani meranggah buah ara di hutan.
5.Ketika musim buah, petani harus meranggah buah-buahan dari pohon-pohon di kebun mereka untuk dijual.

📚 Artikel terkait kata "ranggah"

Mengenal Kata 'ranggah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "ranggah" - Aktivitas Pemilihan Buah Pohon

Kata "ranggah" memiliki makna yang kaya dan historis dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, "ranggah" berarti menjolok atau memetik buah-buahan pada pohon sampai habis, atau merodok dengan menggunakan tongkat. Aktivitas ini bukanlah hal yang asing di pedalaman Indonesia, terutama di daerah pedesaan. Pada masa lalu, masyarakat pedesaan sering melakukan "ranggah" pada pohon buah-buahan seperti rambutan, durian, atau mangga untuk memanfaatkan hasil panennya. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "ranggah" dapat digunakan dalam beberapa kalimat. Contohnya, "Saya pergi ke kebun untuk melakukan ranggah rambutan" atau "Pekerjaan saya hari ini adalah meranggah durian di kebun." Kalimat-kalimat ini menunjukkan bahwa kata "ranggah" memiliki fungsi yang penting dalam menggambarkan aktivitas manusia di pedesaan. Dalam budaya Indonesia modern, kata "ranggah" masih memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang masih melakukan "ranggah" sebagai salah satu cara untuk memanfaatkan hasil panen pohon buah-buahan. Selain itu, kata "ranggah" juga dapat digunakan dalam konteks lain seperti dalam budaya masyarakat pedalaman, seperti upacara adat atau ritual. Dengan demikian, kata "ranggah" bukan hanya memiliki makna yang historis, tetapi juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari.