Arti Kata "limbur" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "limbur" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

limbur

lim·bur, me·lim·bur v menggenangi; membanjiri: pantai ini rusak krn pasang selalu ~ nya;
di·lim·bur v digenangi; dibanjiri;
kalau takut ~ pasang, jangan berumah di tepi pantai, pb kalau takut akan akibatnya, jangan melakukan pekerjaan itu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "limbur"

📝 Contoh Penggunaan kata "limbur" dalam Kalimat

1.Pantai ini rusak karena pasang laut yang selalu memlimburinya.
2.Warga setempat harus siap menghadapi pasang laut yang akan memlimburi desa mereka.
3.Di daerah pantai, pasang laut seringkali membuat jalan raya terlimburi air laut.
4.Pengelola pantai harus berhati-hati agar pasang laut tidak memlimburi area wisata.
5.Ketika pasang laut memlimburi daerah pemukiman, warga harus segera meninggalkan rumah mereka.

📚 Artikel terkait kata "limbur"

Mengenal Kata 'limbur' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Limbur" - Penggenapan Pantai dengan Air Laut

Kata "limbur" memiliki makna yang sangat penting dalam bahasa Indonesia, yaitu menggenangi atau membanjiri. Dalam sejarah, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan kondisi pantai yang tergenang oleh air laut akibat pasang surut. Pantai-pantai di daerah pesisir yang terletak di daerah yang rentan terhadap pasang surut sering kali mengalami kerusakan akibat limbur yang berulang-ulang. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "limbur" masih sering digunakan. Misalnya, "Pantai ini rusak karena pasang laut yang terus limbur setiap tahunnya." Atau, "Kota ini tergenang air laut karena hujan deras yang menyebabkan laut limbur." Bahkan, kata ini juga digunakan dalam kalimat yang lebih formal, seperti "Kebijakan pemerintah untuk membangun bendungan di muara sungai harus memperhatikan potensi limbur yang dapat menyebabkan bencana banjir." Dalam budaya Indonesia modern, kata "limbur" juga memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, kota-kota pesisir yang terletak di daerah yang rentan terhadap pasang surut sering kali mengalami kerusakan akibat limbur yang berulang-ulang. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengambil langkah-langkah preventif untuk mengurangi dampak limbur yang dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur dan lingkungan hidup.