Arti Kata "litak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "litak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

litak

li·tak Mk a letih; lunglai (krn kelaparan)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "litak"

📝 Contoh Penggunaan kata "litak" dalam Kalimat

1.Sopir taksi itu terlihat sangat litak karena tidak makan siang.
2.Rakyat miskin di daerah pinggiran juga pernah mengalami litak akibat kelaparan.
3.Pada masa lalu, banyak pengungsi yang mengalami litak karena kekurangan makanan.
4.Ibu yang bekerja di luar kota sering mengalami litak karena tidak bisa menemukan waktu untuk makan siang.
5.Pada hari yang cerah, dia melihat seorang anak kecil yang sangat letih karena litak akibat kelaparan.

📚 Artikel terkait kata "litak"

Mengenal Kata 'litak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "litak" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "litak" seringkali digunakan untuk menggambarkan perasaan lelah dan kekurangan nutrisi, terutama karena sengsarai atau kelaparan. Istilah ini memiliki latar belakang historis yang menarik, karena pada masa lalu, peristiwa kelaparan atau kekurangan makanan seringkali terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin sering mendengar seseorang mengatakan bahwa mereka merasa litak setelah beraktivitas dengan intensitas tinggi. Mereka mungkin merasa lelah dan kekurangan energi, sehingga tidak dapat melakukan tugas-tugas lainnya dengan efektif. Contoh penggunaan kata "litak" dalam kalimat yang alami adalah: "Saya merasa sangat litak setelah berjalan jauh tanpa makan siang." "Setelah beraktivitas pagi, dia merasa litak dan membutuhkan istirahat yang panjang." Kata "litak" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Kita sering melihat orang-orang yang bekerja keras dalam berbagai bidang, dari pekerjaan administratif hingga pekerjaan fisik. Mereka sering kali mengalami litak karena tidak memiliki waktu untuk makan atau istirahat yang cukup. Dalam banyak kasus, litak menjadi motivasi bagi seseorang untuk lebih bersemangat dan berusaha menjalankan tugas-tugasnya dengan lebih baik.