Arti Kata "bunga latar" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bunga latar" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bunga latar

pelacur; wanita tuna susila

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bunga latar"

📝 Contoh Penggunaan kata "bunga latar" dalam Kalimat

1.Dalam masyarakat yang masih konservatif, istilah "bunga latar" sering digunakan untuk menjelaskan perilaku wanita yang tidak sesuai dengan norma.
2.Ketika sedang menceritakan sejarah perbudakan, sejarawan itu menyebutkan bahwa banyak perempuan yang menjadi bunga latar bagi pedagang budak.
3.Dalam novel yang berlatar di abad ke-19, karakter wanita yang menjadi bunga latar bagi seorang penulis yang suka menghina orang lain.
4.Dokter tersebut menulis buku untuk memperingatkan masyarakat tentang bahaya penularan penyakit melalui hubungan seksual dengan bunga latar.
5.Dalam dunia hukum, istilah "bunga latar" digunakan untuk menjelaskan motif balas dendam atas kejahatan.

📚 Artikel terkait kata "bunga latar"

Mengenal Kata 'bunga latar' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Bunga Latar" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "bunga latar" memiliki makna umum yang sensitif, yaitu **pelacur; wanita tuna susila**. Istilah ini telah berkembang di masyarakat sejak lama, terkait dengan fenomena sosial dan budaya yang kompleks. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan peran wanita yang tidak terikat oleh norma-norma sosial konvensional. Meskipun begitu, penggunaan kata ini masih menjadi kontroversial dan perlu dipahami dengan benar.

Contoh Penggunaan Kata "Bunga Latar" dalam Kalimat

Kata "bunga latar" sering digunakan dalam konteks yang beragam. Misalnya, dalam kalimat: "Dia bekerja sebagai **bunga latar** di malam hari untuk membantu keluarganya." Atau, "Kota besar seperti Jakarta memiliki banyak **bunga latar** yang beroperasi secara terbuka." Contoh lainnya adalah: "Dia memutuskan untuk meninggalkan **pekerjaan bunga latar** dan mencari karir yang lebih baik." Dalam setiap konteks, kata ini digunakan untuk menggambarkan peran wanita yang kompleks dan sensitif.

Relevansi Kata "Bunga Latar" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "bunga latar" memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya dan sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena **pekerjaan bunga latar** telah menjadi topik diskusi yang hangat di kalangan masyarakat. Beberapa orang melihat **pekerjaan bunga latar** sebagai pilihan yang sulit dan kompleks, sementara yang lain melihatnya sebagai pilihan yang lebih baik daripada menghadapi kekurangan ekonomi. Dalam artikel ini, kita akan mengkaji makna dan konteks kata "bunga latar" dengan lebih mendalam, untuk memahami fenomena sosial dan budaya yang kompleks ini.