Arti Kata "lungguh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "lungguh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

lungguh

1lung·guh, me·lung·guh kl v duduk: permaisuri ~ dekat baginda;
pe·lung·guh n pertapa

2lung·guh ark n tanah garapan yg diberikan kpd pegawai kerajaan sbg pengganti gaji sesuai dng kedudukannya (jabatannya)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "lungguh"

📝 Contoh Penggunaan kata "lungguh" dalam Kalimat

1.Di istana kerajaan, permaisuri selalu duduk lungguh di samping baginda.
2.Ibu saya sering meletakkan buku di atas meja dan berlama-lama lungguh membaca.
3.Dalam kehidupan sehari-hari, saya lebih suka menikmati waktu senggang dengan lungguh di pantai.
4.Pertapa itu terlihat sangat tenang dan tenteram dengan postur tubuhnya yang lungguh di atas batu.
5.Di kelas, guru mengajarkan cara duduk lungguh dengan benar untuk meningkatkan kenyamanan saat belajar.

📚 Artikel terkait kata "lungguh"

Mengenal Kata 'lungguh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "lungguh" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "lungguh" memiliki makna yang unik dan kaya dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, kata ini berarti 'duduk' atau 'bertidur'. Namun, dalam konteks historis dan sosial, kata lungguh memiliki makna yang lebih mendalam. Pada masa lalu, kata ini digunakan untuk menggambarkan permaisuri atau istri yang mendampingi raja atau penguasa. Mereka duduk di samping suami mereka, menunjukkan kepatuhan dan kesetiaan. Contoh penggunaan kata lungguh dalam kalimat alami dapat dilihat dalam beberapa situasi. Misalnya, "Istilah 'lungguh' sering digunakan untuk menggambarkan posisi permaisuri di istana." Atau, "Pertapa yang tinggal di gunung sangat serius dalam melakukan meditasi, dia duduk lungguh untuk mencapai keheningan." Dalam kedua contoh tersebut, kata lungguh digunakan untuk menggambarkan posisi seseorang yang duduk dengan tenang dan sabar. Dalam kehidupan sehari-hari, kata lungguh memiliki relevansi yang signifikan. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tenang dan sabar dalam menghadapi tantangan. Dalam kehidupan sekarang, kita sering menghadapi tekanan dan stres yang membuat kita tergesa-gesa. Namun, dengan mempraktikkan kata lungguh, kita dapat mencapai keheningan dan kesabaran yang dibutuhkan untuk menghadapi hidup. Oleh karena itu, mari kita pelajari makna dan inspirasi dari kata lungguh untuk menjadi lebih tenang dan sabar dalam menghadapi hidup.