Arti Kata "penalti" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "penalti" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

penalti

pe·nal·ti /pénalti/ n 1 Olr tendangan atau tembakan hukuman krn melanggar peraturan permainan di daerah depan gawang pd batas yg tentu (dl sepak bola, polo air, dsb); 2 hukuman; denda (krn lalai membayar pajak, utang, dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "penalti"

📝 Contoh Penggunaan kata "penalti" dalam Kalimat

1.Pemain sepak bola melakukan penalti karena melanggar peraturan permainan.
2.Pengadilan memutuskan hukuman penalti kepada korporasi yang melalai membayar pajak.
3.Pada pertandingan sepak bola, penalti menjadi kesempatan bagi tim untuk mencetak gol.
4.Tuan rumah harus membayar penalti karena tidak melunasi utang ke bank.
5.Pada cerita, pelaku kejahatan harus menempuh jalur penalti sebagai konsekuensi tindakannya.

📚 Artikel terkait kata "penalti"

Mengenal Kata 'penalti' - Inspirasi dan Motivasi

Kata "Penalti" dalam Bahasa Indonesia: Makna dan Konteks

Dalam bahasa Indonesia, kata "penalti" memiliki makna yang luas dan kompleks. Pada awalnya, kata ini berasal dari kata "penalty" dalam bahasa Inggris, yang berarti "hukuman" atau "denda" karena melanggar peraturan. Dalam konteks sepak bola, polo air, dan olahraga lainnya, penalti merujuk pada tendangan atau tembakan hukuman yang dilakukan karena melanggar peraturan permainan di depan gawang. Dalam konteks sosial dan budaya, kata "penalti" juga digunakan untuk menggambarkan hukuman atau denda yang diberikan karena melanggar peraturan atau kewajiban. Misalnya, jika seseorang lalai membayar pajak, maka ia mungkin akan mendapatkan penalti berupa denda atau biaya tambahan. Selain itu, kata "penalti" juga digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari, seperti ketika seseorang melakukan kesalahan dan harus menerima konsekuensi. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "penalti" sering digunakan dalam berbagai konteks. Contohnya, jika seorang siswa tidak menyelesaikan tugasnya, maka ia mungkin akan mendapatkan penalti berupa nilai yang lebih rendah. Atau, jika seorang pekerja tidak mengikuti kedisiplinan perusahaan, maka ia mungkin akan mendapatkan penalti berupa denda atau bahkan pemecatan. Dalam budaya Indonesia modern, kata "penalti" juga digunakan untuk menggambarkan konsekuensi dari perilaku atau keputusan yang tidak tepat. Dalam berbagai konteks, kata "penalti" memiliki makna yang sama, yaitu hukuman atau denda karena melanggar peraturan atau kewajiban. Dalam konteks sepak bola, polo air, dan olahraga lainnya, penalti merujuk pada tendangan atau tembakan hukuman yang dilakukan karena melanggar peraturan permainan di depan gawang. Dalam konteks sosial dan budaya, kata "penalti" digunakan untuk menggambarkan hukuman atau denda yang diberikan karena melanggar peraturan atau kewajiban.