Arti Kata "luruh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "luruh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

luruh

1lu·ruh v jatuh atau gugur krn sudah sampai waktunya (tt buah, daun, rambut, dsb): daun petai -- sekali setahun;
-- bulu Tern pelepasan bulu yg lama untuk diganti dng bulu yg baru; -- bulu paksa Tern peluruhan bulu lama secara paksa dan menumbuhkan bulu baru supaya setiap ekor dl kelompok unggas bersama-sama istirahat bertelur dan bertelur kembali; -- runtuh jatuh berguguran; hilang seluruhnya: lukisan-lukisannya yg bukan cat air -- runtuh begitu saja
me·lu·ruh v 1 bertukar bulu (tt ayam dsb); 2 rontok (tt daun);
me·lu·ruh·kan v menyebabkan luruh; menggugurkan; merontokkan: angin ~ daun-daun tua;
pe·lu·ruh n sesuatu yg meluruhkan; sesuatu yg menggugurkan;
~ kencing obat yg digunakan untuk meluruhkan batu ginjal agar dapat keluar bersama air kemih;
pe·lu·ruh·an n proses, cara, perbuatan meluruhkan atau menggugurkan

2lu·ruh v undur (surut) dr maksud semula: ia -- dr cita-citanya semula

3lu·ruh kl n daerah; daerah takluk

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "luruh"

📝 Contoh Penggunaan kata "luruh" dalam Kalimat

1.Daun petai luruh setahun sekali karena musim gugur.
2.Bulan Oktober adalah saat bulu rambutku akan luruh.
3.Karena kejatuhan hujan, banyak pepohonan di kota ini yang telah runtuh.
4.Pada saat musim panas, ayam-ayam akan meluruhkan bulu lama mereka.
5.Kondisi lingkungan yang buruk menyebabkan keanekaragaman hayati di hutan ini mulai luruh.

📚 Artikel terkait kata "luruh"

Mengenal Kata 'luruh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "luruh" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "luruh" memiliki makna yang luas dalam bahasa Indonesia, mencakup berbagai konteks dan konsep. Secara umum, kata ini mengacu pada proses jatuh, gugur, atau hilangnya sesuatu, baik itu buah, daun, rambut, maupun ide atau tujuan. Dalam sejarah, kata "luruh" telah digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam proses bertelur dan bertumbuh kembali, serta dalam proses undur atau surut dari cita-cita atau tujuan.

Penggunaan Kata "luruh" dalam Kalimat yang Alami

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "luruh" sering digunakan dalam kalimat yang alami. Contohnya, "daun petai akan luruh setiap akhir musim", atau "ia merasa lelah dan telah luruh dari cita-citanya semula". Dalam bahasa sehari-hari, kita juga sering menggunakan kata "luruh" dalam konteks pelepasan bulu, seperti "ayam akan luruh bulu-bulunya setiap musim". Dengan demikian, kata "luruh" menjadi bagian dari bahasa kita yang sehari-hari.

Relevansi Kata "luruh" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "luruh" memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks perubahan dan pertumbuhan. Dalam budaya Indonesia modern, kata "luruh" sering digunakan dalam konteks pelepasan dan penggantian, seperti dalam proses pelepasan bulu yang lama dan penggantian dengan bulu yang baru. Dengan demikian, kata "luruh" menjadi simbol perubahan dan pertumbuhan dalam kehidupan kita.