Arti Kata "latah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "latah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

latah

1la·tah a 1 menderita sakit saraf dng suka meniru-niru perbuatan atau ucapan orang lain; 2 berlaku spt orang gila (msl krn kematian orang yg dikasihi); 3 meniru-niru sikap, perbuatan, atau kebiasaan orang atau bangsa lain: kita jangan -- thd kebudayaan asing;
-- mulut mengeluarkan kata-kata yg tidak senonoh (krn marah dsb);
me·la·tah·kan v membuat jadi latah;
pe·la·tah n orang yg latah;
ke·la·tah·an n perihal latah; keadaan latah

2la·tah ark n sampah (daun-daun dsb yg telah membusuk) di bawah pohon-pohonan (di hutan dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "latah"

📝 Contoh Penggunaan kata "latah" dalam Kalimat

1.Pada awalnya, dia sangat baik hati, tetapi setelah melihat dia menderita sakit saraf, dia menjadi latah dan meniru perbuatan orang lain.
2.Sejarah peradaban Melayu telah menunjukkan bahwa mereka sering menggunakan perayaan untuk meniru kebiasaan orang lain, membuat mereka latah terhadap budaya asing.
3.Banyak orang yang melawan penjajahan Belanda dengan memperjuangkan kemerdekaan, tetapi sebagian orang lain menjadi latah dan meniru peraturan penjajah.
4.Dalam proses belajar, murid harus berhati-hati agar tidak menjadi latah dan meniru saja apa yang dipelajari dari guru, tetapi harus memahami dan memikirkan sendiri.
5.Setelah kematian saudaranya, dia menjadi sangat sedih dan latah, meniru setiap perbuatan dan ucapan saudaranya.

📚 Artikel terkait kata "latah"

Mengenal Kata 'latah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Latah" - Inspirasi untuk Hidup yang Lebih Maksimal

Kata "latah" seringkali digunakan dalam konteks yang berbeda-beda, tetapi maknanya tetap sama, yaitu seseorang yang menderita sakit saraf dan suka meniru-niru perbuatan atau ucapan orang lain. Namun, kata ini juga memiliki makna yang lebih luas, seperti mengacu pada seseorang yang berlaku seperti orang gila atau meniru-niru sikap, perbuatan, atau kebiasaan orang atau bangsa lain.

Contoh penggunaan kata "latah" dalam kalimat yang alami adalah seperti ini: "Dia menjadi latah setelah kehilangan ayahnya, sehingga dia sering meniru-niru perbuatan ayahnya yang telah lalu." Atau, "Dia tidak ingin menjadi latah terhadap kebudayaan asing, jadi dia terus mencari informasi tentang budaya-budaya di dunia." Selain itu, kata "latah" juga digunakan untuk menggambarkan seseorang yang suka meniru-niru ucapan atau perbuatan orang lain, seperti "Dia menjadi latah setelah mendengar cerita orang lain, sehingga dia sering mengulangi apa yang telah dikatakan orang lain."

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "latah" memiliki relevansi yang cukup besar. Misalnya, dalam budaya Jawa, kata "latah" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berperilaku seperti orang gila, tetapi dalam konteks yang lebih luas, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan seseorang yang suka meniru-niru perbuatan atau kebiasaan orang lain. Dalam masyarakat modern, kata "latah" juga digunakan untuk menggambarkan seseorang yang suka meniru-niru kebudayaan asing, tetapi tidak memahami konteks yang lebih dalam dari kebudayaan tersebut.

Dalam kesimpulan, kata "latah" memiliki makna yang kompleks dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami makna dan penggunaan kata "latah", kita dapat memiliki wawasan yang lebih luas tentang budaya dan masyarakat kita.