Arti Kata "mahar" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mahar" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mahar

ma·har n pemberian wajib berupa uang atau barang dr mempelai laki-laki kpd mempelai perempuan ketika dilangsungkan akad nikah; maskawin;
-- misil Isl maskawin yg tidak ditentukan jumlahnya (kadarnya) pd waktu melakukan akad nikah; -- musama Isl maskawin yg ditentukan jumlahnya pd waktu melakukan akad nikah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mahar"

📝 Contoh Penggunaan kata "mahar" dalam Kalimat

1.Pada akad nikah, suaminya harus membayar mahar kepada istrinya sejumlah Rp 10 juta.
2.Mereka memutuskan untuk tidak membawa mahar ke akad nikah, karena ingin menghemat biaya.
3.Dalam tradisi masyarakat Arab, mahar berupa emas yang diberikan oleh suami kepada istrinya.
4.Pada zaman dulu, harta yang dimiliki ibu adalah mahar yang diterima ayahnya ketika menikah.
5.Dalam kisah cinta tersebut, mahar yang diberikan suami kepada istrinya menjadi simbol kecintaannya.

📚 Artikel terkait kata "mahar"

Mengenal Kata 'mahar' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mahar" - Pemberian Wajib di Akad Nikah

Kata "mahar" seringkali dikaitkan dengan proses pernikahan di Indonesia, terutama dalam konteks Islam. Dalam arti resmi, mahar adalah pemberian wajib berupa uang atau barang dari mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan ketika dilangsungkan akad nikah. Istilah ini memiliki makna yang sangat penting dalam tradisi pernikahan di Indonesia, terutama dalam konteks masyarakat Muslim. Berbicara tentang tradisi pernikahan di Indonesia, mahar memiliki makna yang sangat mendalam. Pada masa lalu, mahar seringkali dianggap sebagai tanda kemampuan mempelai laki-laki untuk menghidupi keluarganya. Namun, dengan perkembangan zaman, mahar tidak lagi dianggap sebagai satu-satunya indikator kemampuan ekonomi seseorang. Bahkan, beberapa pasangan memilih untuk tidak melangsungkan mahar sebagai bentuk kebebasan dalam menentukan pernikahan mereka sendiri. Mahar juga dapat digunakan dalam kalimat yang alami, seperti: "Pada hari akad nikah, Ayahanda membagikan mahar kepada Ibuanda sebagai tanda cinta dan komitmen kami". Dalam kalimat ini, mahar digunakan sebagai tanda pernikahan yang sah dan sah di mata hukum. Dalam konteks lain, mahar juga dapat digunakan sebagai pemberian wajib dari pihak keluarga laki-laki kepada pihak keluarga perempuan sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih. Dalam kehidupan sehari-hari, mahar memainkan peran yang sangat penting dalam tradisi pernikahan di Indonesia. Meskipun ada perubahan dalam tradisi pernikahan, mahar tetap menjadi bagian penting dari proses pernikahan. Dalam budaya Indonesia modern, mahar tidak hanya dianggap sebagai pemberian wajib, tetapi juga sebagai tanda cinta dan komitmen pasangan suami-istri.