Arti Kata "napas tidak sampai ke hidung" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "napas tidak sampai ke hidung" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

napas tidak sampai ke hidung

Peribahasa sibuk sekali

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "napas tidak sampai ke hidung"

📝 Contoh Penggunaan kata "napas tidak sampai ke hidung" dalam Kalimat

1.Di kantor, dia terkesan sibuk sekali, napas tidak sampai ke hidung.
2.Ketika menghadapi deadline, dia begitu sibuk, napas tidak sampai ke hidung.
3.Seorang profesor yang sibuk sekali, napas tidak sampai ke hidung, mengajar dengan gembira.
4.Dia tidak pernah memiliki waktu luang, napas tidak sampai ke hidung, selalu bekerja.
5.Ketika menonton film, dia begitu sibuk, napas tidak sampai ke hidung, karena terus memeriksa ponsel.

📚 Artikel terkait kata "napas tidak sampai ke hidung"

Mengenal Kata 'napas tidak sampai ke hidung' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Napas Tidak Sampai ke Hidung" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "napas tidak sampai ke hidung" adalah salah satu peribahasa dalam Bahasa Indonesia yang memiliki makna yang dalam. Dalam konteks historis, kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sibuk sekali, tidak memiliki waktu untuk melakukan hal-hal lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan orang yang terlalu fokus pada satu hal, sehingga tidak memiliki waktu untuk melakukan hal-hal lain. Contoh penggunaan kata "napas tidak sampai ke hidung" dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: "Saya tidak punya waktu untuk pergi ke pantai, saya sibuk sekali, napas tidak sampai ke hidung." "Dia begitu sibuk dengan pekerjaannya, napas tidak sampai ke hidung, tidak pernah berhenti untuk rehat." "Pernah gak kamu merasa napas tidak sampai ke hidung karena harus menyelesaikan deadline yang mengerikan?" Kata "napas tidak sampai ke hidung" memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam budaya Indonesia modern. Di mana orang sering kali harus berkompetisi untuk mencapai tujuan, dan tidak memiliki waktu untuk melakukan hal-hal lain. Oleh karena itu, penting untuk memiliki strategi dalam mengelola waktu, agar tidak terlalu sibuk dan tidak memiliki waktu untuk melakukan hal-hal lain. Dalam beberapa situasi, kata "napas tidak sampai ke hidung" juga dapat digunakan sebagai motivasi untuk meningkatkan produktivitas dan mencapai tujuan. Dengan mengetahui bahwa kita tidak pernah memiliki waktu yang cukup, kita dapat meningkatkan usaha kita dalam mencapai tujuan dan tidak pernah menyerah.