Arti Kata "makan bubur panas-panas" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "makan bubur panas-panas" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

makan bubur panas-panas

Peribahasa terlalu berharap akan beroleh rezeki, lalu bertindak tergesa-gesa sehingga kecewa jadinya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "makan bubur panas-panas"

📝 Contoh Penggunaan kata "makan bubur panas-panas" dalam Kalimat

1.Pak Teguh terlalu berharap akan mendapatkan proyek besar, lalu makan bubur panas-panas dengan memborong bahan baku tanpa mempertimbangkan kebutuhan sebenarnya.
2.Ibu saya selalu mengatakan jangan terlalu berharap akan mendapatkan rezeki besar, jangan makan bubur panas-panas dengan memutuskan keputusan yang tiba-tiba.
3.Dalam cerita rakyat, raja yang berharap akan memenangkan perang melawan musuh, tapi dia makan bubur panas-panas dengan memutuskan untuk menangkap musuhnya sendiri, dan akhirnya kalah.
4.Pada saat itu, saya masih makan bubur panas-panas dengan memutuskan untuk mengejar karir yang tinggi, tapi sekarang saya menyadari bahwa saya perlu lebih sabar.
5.Pak guru bilang kepada saya bahwa saya makan bubur panas-panas dengan memutuskan untuk mengikuti kompetisi olahraga, tapi saya tidak perlu terlalu berharap akan menang.

📚 Artikel terkait kata "makan bubur panas-panas"

Mengenal Kata 'makan bubur panas-panas' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "makan bubur panas-panas" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "makan bubur panas-panas" merupakan peribahasa dalam Bahasa Indonesia yang memiliki makna luas dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. Peribahasa ini menggambarkan sikap seseorang yang terlalu berharap akan beroleh rezeki, lalu bertindak tergesa-gesa sehingga kecewa jadinya. Dalam konteks sejarah, kata "makan bubur panas-panas" diyakini berasal dari tradisi makan bubur di pagi hari, yang merupakan salah satu makanan sederhana dan harum disukai oleh masyarakat Indonesia. Peribahasa "makan bubur panas-panas" sering digunakan dalam berbagai kesempatan, seperti dalam percakapan sehari-hari, tulisan, atau bahkan dalam konteks hukum. Misalnya, dalam kalimat "Dia terlalu berharap akan menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya, lalu makan bubur panas-panas karena kecewa dengan hasil wawancara yang tidak sesuai", kata "makan bubur panas-panas" digunakan untuk menggambarkan keseluruhan tindakan yang tidak efektif. Contoh lainnya adalah dalam kalimat "Setelah makan bubur panas-panas dengan keputusan investasi yang salah, dia harus menghadapi konsekuensi keuangan yang tidak diinginkan". Dalam kedua contoh tersebut, kata "makan bubur panas-panas" digunakan untuk menggambarkan keadaan yang melibatkan harapan yang tidak terpenuhi dan kecewa. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "makan bubur panas-panas" memiliki relevansi yang signifikan dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dalam aspek kehidupan pribadi maupun profesional. Dalam budaya Indonesia modern, kata "makan bubur panas-panas" sering digunakan dalam konteks motivasi dan inspirasi untuk mengingatkan pentingnya memikirkan langkah-langkah yang tepat sebelum bertindak. Dengan demikian, kata "makan bubur panas-panas" tidak hanya sebagai peribahasa yang menyampaikan makna, tetapi juga sebagai inspirasi untuk mengambil keputusan yang tepat dan efektif.