Arti Kata "malam buta" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "malam buta" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

malam buta

waktu malam yang sangat gelap; larut malam

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "malam buta"

📝 Contoh Penggunaan kata "malam buta" dalam Kalimat

1.Pada malam buta, kota tersebut sangat sepi dan sunyi.
2.Di malam buta, saya lebih suka berjalan dengan teman dekat.
3.Dalam bahasa Sanskerta, "malam buta" digunakan untuk menggambarkan kehancuran dunia.
4.Karena cuaca buruk, mobil saya tidak bisa berjalan di malam buta.
5.Pada malam buta, para astronaut harus menggunakan peralatan khusus untuk navigasi.

📚 Artikel terkait kata "malam buta"

Mengenal Kata 'malam buta' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Malam Buta" - Inspirasi dan Motivasi untuk Kehidupan

Malam buta, atau waktu malam yang sangat gelap, adalah konsep yang telah ada dalam budaya Indonesia sejak lama. Istilah ini biasanya digunakan untuk menggambarkan larut malam, ketika cahaya bulan atau bintang-bintang tertutup oleh awan tebal. Dalam konteks sosial, malam buta juga dapat diartikan sebagai waktu ketika orang-orang sedang beristirahat atau tidak aktif. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan kata malam buta dalam kalimat-kalimat yang alami. Misalnya, "Saya akan meninggalkan jendela terbuka agar malam buta tidak memadatkan debu." Atau, "Setelah malam buta, saya merasa lebih nyaman dan tenang." Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata malam buta memang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Malam buta juga memiliki makna yang lebih dalam dalam budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tradisi, malam buta dianggap sebagai waktu yang ideal untuk bermeditasi atau berintrospeksi. Dengan tidak adanya cahaya alami, kita dapat lebih fokus pada pikiran dan hati, dan mencari kebenaran dan inspirasi. Dalam era digital yang sangat cahaya, malam buta dapat menjadi waktu yang sangat berharga untuk kita menemukan keheningan dan ketenangan dalam diri sendiri. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata malam buta memiliki makna yang sangat luas dan kompleks. Dalam konteks sosial, kehidupan sehari-hari, dan budaya Indonesia modern, malam buta dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk kita mencari kebenaran dan ketenangan dalam diri sendiri.