Arti Kata "marginalisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "marginalisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

marginalisme

mar·gi·nal·is·me n perumusan syarat-syarat keseimbangan dl pengertian tt satuan marginal atau satuan batas

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "marginalisme"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "marginalisme" dalam Kalimat

1.Ekonomi marginalisme menganalisis sifat-sifat permintaan dan penawaran barang.
2.Dalam teori ekonomi, marginalisme menentukan harga keseimbangan di pasar.
3.Konsep marginalisme digunakan dalam analisis biaya dan manfaat dalam pengambilan keputusan.
4.Penggunaan marginalisme dalam ekonomi mikro memahami perilaku konsumen dan produsen.
5.marginalisme dalam psikologi mempelajari perilaku seseorang dalam menghadapi keputusan yang sulit.

πŸ“š Artikel terkait kata "marginalisme"

Mengenal Kata 'marginalisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Marginalisme" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis

Marginalisme adalah konsep ekonomi yang muncul pada abad ke-19, yang menekankan pentingnya peran individu dalam membuat pilihan untuk mencapai keseimbangan ekonomi. Dalam konteks ini, marginalisme berarti perumusan syarat-syarat keseimbangan dalam pengertian tentang satuan marginal atau satuan batas. Konsep ini dikembangkan oleh ekonom terkenal seperti Carl Menger, LΓ©on Walras, dan William Stanley Jevons. Marginalisme membantu mengerti bagaimana individu membuat keputusan ekonomi yang optimal berdasarkan informasi dan sumber daya yang mereka miliki.

Penggunaan Kata Marginalisme dalam Bahasa Sehari-hari

Marginalisme tidak hanya terbatas pada bidang ekonomi, tetapi juga memiliki implikasi dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, ketika kita membuat keputusan untuk membeli suatu barang, kita biasanya mempertimbangkan biaya dan manfaat marginal dari penggunaan dana tersebut. Jika kita membeli suatu barang yang mahal, kita harus mempertimbangkan apakah manfaat marginal dari barang tersebut melebihi biaya marginal yang kita keluarkan. Contoh lainnya adalah ketika kita membuat keputusan untuk bekerja lebih lama untuk meningkatkan pendapatan, kita harus mempertimbangkan apakah manfaat marginal dari jam kerja tambahan melebihi biaya marginal yang kita keluarkan untuk meningkatkan produktivitas.

Relevansi Marginalisme dalam Budaya Indonesia Modern

Marginalisme memiliki relevansi yang signifikan dalam budaya Indonesia modern. Dalam konteks ini, marginalisme dapat diartikan sebagai kemampuan individu untuk membuat keputusan yang optimal dalam menghadapi situasi yang tidak pasti. Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali dihadapkan pada situasi yang tidak pasti, seperti keputusan untuk membeli suatu barang atau memilih suatu pekerjaan. Dalam situasi ini, marginalisme dapat membantu kita membuat keputusan yang optimal berdasarkan informasi dan sumber daya yang kita miliki. Oleh karena itu, marginalisme merupakan konsep yang penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan membuat keputusan yang bijak dalam kehidupan sehari-hari.