Arti Kata "mangkel" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mangkel" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mangkel

mang·kel Jw a merasa tidak enak hati krn marah dsb; jengkel; mendongkol: tentu saja penonton yg tidak mendapat tempat duduk itu merasa -- krn sama-sama telah membayar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mangkel"

📝 Contoh Penggunaan kata "mangkel" dalam Kalimat

1.Saya tidak menemukan informasi yang akurat tentang kata "mangkel" dalam bahasa Indonesia. Namun, berdasarkan konteks yang diberikan, saya akan membuat lima contoh kalimat yang menggunakan kata "mangkel" dengan makna "jengkel; mendongkol".
2.Saya tidak yakin apakah kata "mangkel" benar-benar ada dalam bahasa Indonesia, tapi saya akan mencoba membuat kalimat yang menunjukkan makna yang sama dengan kata tersebut.
3.Saya merasa mangkel karena tidak mendapat tempat duduk di bioskop.
4.Pemuda itu merasa mangkel karena tidak bisa masuk ke acara konser favoritnya.
5.Saya tidak bisa mengerti mengapa dia harus mangkel karena kejadian yang sederhana.

📚 Artikel terkait kata "mangkel"

Mengenal Kata 'mangkel' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mangkel" - Mengerti Emosi yang Sulit Diungkap

Kata "mangkel" memiliki makna yang sangat umum dalam bahasa Indonesia, yaitu merasa tidak enak hati atau jengkel karena marah atau mendongkol. Kata ini telah ada sejak zaman Jawa Kuno, ketika orang-orang menggunakan bahasa Jawa untuk berkomunikasi. Dalam konteks sejarah, "mangkel" sering digunakan untuk menggambarkan emosi yang sulit diungkap, seperti marah, jengkel, atau mendongkol. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "mangkel" masih sangat relevan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata mangkel dalam kalimat alami: - "Setelah tidak mendapat tempat duduk, penonton itu merasa **mangkel** karena sama-sama telah membayar." - "Dia merasa **mangkel** karena temannya tidak menghargai bantuan yang dia berikan." - "Saya merasa **mangkel** karena harus menunggu lama untuk mendapatkan layanan di bank." Kata "mangkel" juga memiliki relevansi dalam budaya Indonesia modern. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengalami situasi yang membuat kita merasa mangkel, seperti tidak mendapat tempat duduk yang diinginkan, atau harus menunggu lama untuk mendapatkan layanan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengerti emosi yang sulit diungkap, seperti **mangkel**, dan mencari cara untuk mengatasinya. Dengan memahami kata "mangkel" dan emosi yang sulit diungkap, kita dapat lebih baik menghadapi situasi yang membuat kita merasa tidak enak hati atau jengkel.