Arti Kata "mantuk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mantuk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mantuk

man·tuk Ar n arti yg sebenarnya: -- nya, kafir adalah orang yg mensyirikkan Allah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mantuk"

📝 Contoh Penggunaan kata "mantuk" dalam Kalimat

1.Dia mantuk saat melihat kucing bermain di lapangan.
2.Dalam kitab suci, kata mantuk digunakan untuk menggambarkan orang yang tak peduli dengan ajaran agama.
3.Dia perlu istirahat sejenak untuk menghindari mantuk saat beraktivitas.
4.Dalam novel tersebut, karakter utama mantuk karena kelelahan menjelajah hutan gelap.
5.Guru mengingatkan para siswa untuk tidak mantuk saat belajar, karena itu akan menyia-nyiakan waktu dan peluang.

📚 Artikel terkait kata "mantuk"

Mengenal Kata 'mantuk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mantuk" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "mantuk" sering digunakan dalam konteks sejarah Islam di Indonesia, khususnya dalam menggambarkan perilaku orang-orang yang disebut kafir. Menurut definisi resmi, mantuk bermakna mensyirikkan Allah. Namun, makna tersebut tidak selalu terkait dengan konteks keagamaan saja. Kata mantuk juga memiliki makna yang lebih luas dalam konteks sosial dan budaya. Dalam sejarah, kata mantuk sering digunakan untuk menggambarkan perilaku orang-orang yang tidak taat pada ajaran agama Islam. Namun, dalam konteks modern, kata mantuk lebih sering digunakan dalam makna yang lebih umum, yaitu menggambarkan perilaku orang yang tidak taat pada aturan atau norma masyarakat. Misalnya, seseorang yang mantuk terhadap hukum lalu lintas dapat dianggap tidak taat dan berisiko mendapatkan sanksi. Dalam kehidupan sehari-hari, kata mantuk juga digunakan dalam konteks yang lebih luas. Misalnya, seseorang yang mantuk terhadap keputusan yang diambil oleh pemerintah dapat dianggap tidak taat dan berisiko mendapatkan sanksi. Selain itu, kata mantuk juga digunakan dalam konteks budaya, yaitu untuk menggambarkan perilaku orang yang tidak taat pada adat istiadat atau norma masyarakat. Dalam kesimpulan, kata mantuk memiliki makna yang luas dan kompleks. Dalam konteks sejarah, kata mantuk digunakan untuk menggambarkan perilaku orang-orang yang disebut kafir, sedangkan dalam konteks modern, kata mantuk digunakan untuk menggambarkan perilaku orang yang tidak taat pada aturan atau norma masyarakat. Dengan demikian, kata mantuk dapat dianggap sebagai kata yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari.