Arti Kata "masuk angin" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "masuk angin" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

masuk angin

sakit meriang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "masuk angin"

📝 Contoh Penggunaan kata "masuk angin" dalam Kalimat

1.Pagi ini dia terjatuh dan akhirnya masuk angin, mungkin harus istirahat hari ini saja.
2.Di kantor, banyak karyawan yang sering masuk angin karena kurangnya olahraga dan gaya hidup tidak seimbang.
3.Pak dokter mengatakan bahwa gejala masuk angin ini bisa dicegah dengan mengonsumsi air putih yang cukup setiap hari.
4.Rasa sakit di dada yang dia rasakan kemarin malam itu adalah gejala masuk angin yang tidak biasa dialami olehnya.
5.Karena seringnya masuk angin, dia memutuskan untuk berolahraga secara teratur setiap pagi hari.

📚 Artikel terkait kata "masuk angin"

Mengenal Kata 'masuk angin' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "masuk angin" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "masuk angin" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi apakah Anda sudah tahu apa arti sebenarnya dari kata ini? Dalam bahasa Indonesia, "masuk angin" memiliki makna resmi sebagai "sakit meriang". Dalam konteks historis dan sosial, kata ini muncul pada abad ke-19 ketika orang-orang Indonesia menggunakan istilah ini untuk menggambarkan gejala penyakit yang dipercayai disebabkan oleh udara angin. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "masuk angin" masih digunakan secara luas untuk menggambarkan gejala penyakit ringan seperti demam ringan, nyeri otot, atau kelelahan. Dapatkah Anda membayangkan diri Anda sedang merasa tidak enak badan karena "masuk angin"? Beberapa contoh penggunaan kata "masuk angin" dalam kalimat yang alami adalah: - Setelah berolahraga, saya merasa sakit perut karena **masuk angin**. - Ibu saya selalu mengatakan bahwa saya harus istirahat lebih lama jika saya merasa **masuk angin**. - Saya harus membatalkan rencana liburan karena saya merasa **masuk angin** dan tidak ingin membuat kondisi saya memburuk. Dalam budaya Indonesia modern, kata "masuk angin" masih digunakan sebagai istilah umum untuk menggambarkan gejala penyakit ringan. Namun, perlu diingat bahwa kata ini tidak selalu memiliki makna medis yang akurat. Jika Anda merasa tidak enak badan dan memiliki gejala yang parah, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.