Arti Kata "matakao" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "matakao" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

matakao

ma·ta·kao n gambar binatang yg digantungkan dan diletakkan di tengah-tengah tanaman tertentu sbg penolak secara gaib thd hewan yg sebenarnya (kebiasaan di Pulau Mentawai)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "matakao"

📝 Contoh Penggunaan kata "matakao" dalam Kalimat

1.Masyarakat Mentawai masih mempraktikkan kebiasaan tradisional mereka dengan meletakkan matakao di tengah-tengah hutan.
2.Suku Mentawai percaya bahwa matakao dapat melindungi mereka dari serangan hewan buas seperti harimau.
3.Pada acara tradisional, matakao digantungkan di atas pohon untuk menunjukkan kekuatan dan kekuasaan suku.
4.matakao juga digunakan sebagai simbol keberanian dan kekuatan dalam masyarakat Mentawai.
5.Pada masa lalu, matakao digunakan sebagai alat penolak bala untuk melindungi suku dari serangan musuh.

📚 Artikel terkait kata "matakao"

Mengenal Kata 'matakao' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Matakao" - Tradisi Gaib di Pulau Mentawai

Kata "matakao" seringkali tidak dikenal oleh banyak orang di Indonesia, terutama bagi mereka yang tidak berasal dari Pulau Mentawai. Namun, kata ini memiliki makna yang sangat khusus dan terkait erat dengan tradisi dan kebiasaan masyarakat Pulau Mentawai. Matakao adalah gambar binatang yang digantungkan dan diletakkan di tengah-tengah tanaman tertentu sebagai penolak secara gaib terhadap hewan yang sebenarnya. Tradisi ini sudah ada sejak lama dan masih dipraktikkan oleh masyarakat Pulau Mentawai sampai saat ini. Mereka percaya bahwa dengan memasang matakao, mereka dapat melindungi tanam-tanaman mereka dari gangguan hewan seperti babi hutan atau monyet. Contoh penggunaan kata "matakao" dalam kalimat yang alami adalah: "Masyarakat Pulau Mentawai memasang matakao di sekitar tanam-tanaman mereka untuk melindungi dari gangguan hewan." Atau, "Tradisi memasang matakao masih dipraktikkan oleh masyarakat Pulau Mentawai sampai hari ini." Dalam kehidupan sehari-hari, tradisi matakao masih relevan dan dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya, dalam konteks keberlanjutan lingkungan, masyarakat dapat mempraktikkan tradisi matakao sebagai cara untuk melindungi lingkungan dari gangguan hewan yang merusak tanaman. Dalam konteks budaya, tradisi matakao dapat dijadikan inspirasi untuk menciptakan karya seni yang terkait dengan binatang dan kehidupan liar.