Arti Kata "rawatib" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rawatib" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rawatib

ra·wa·tib n salat sunat yg dikerjakan (secara tetap) setelah atau sebelum salat fardu; sunah rawatib

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rawatib"

📝 Contoh Penggunaan kata "rawatib" dalam Kalimat

1.Sebelum dan setelah salat fardu, umat Islam wajib melakukan rawatib untuk memperbanyak amalan.
2.rawatib biasanya dilakukan setelah salat Subuh dan sebelum salat Magrib.
3.Dalam kitab Hadits, Rasulullah SAW juga menjelaskan manfaat dan keutamaan rawatib dalam beribadah.
4.Pada umumnya, umat Islam melakukan rawatib untuk menambah pahala dan memperoleh ridha Allah SWT.
5.Dalam rangka memperingati hari raya Idul Fitri, sebagian umat Islam melakukan rawatib untuk memperbanyak amalan dan memohon ampun.

📚 Artikel terkait kata "rawatib"

Mengenal Kata 'rawatib' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Rawatib" dalam Islam - Sunah yang Menghiasi Ibadah

Kata rawatib seringkali muncul dalam konteks ibadah, terutama terkait dengan salat sunat. Dalam bahasa Indonesia, kata ini bermakna sebagai salat sunat yang dikerjakan secara tetap sebelum atau setelah salat fardu. Sejarahnya, sunah rawatib mulai berkembang di masa Rasulullah SAW, sebagai wujud ekspresi rasa syukur dan keimanan bagi umat Islam. Banyak orang masih belum paham akan pentingnya rawatib dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana jika kita menjadikan rawatib sebagai bagian dari rutinitas ibadah kita? Dengan demikian, kita dapat meningkatkan intensitas ibadah dan memperkaya kehidupan rohani kita. Salah satu contoh kalimat yang menggunakan kata rawatib adalah: "Setiap pagi, aku selalu melakukan salat rawatib sebelum berangkat ke sekolah." Dalam konteks kehidupan sehari-hari, rawatib dapat menjadi motivasi bagi kita untuk selalu memperbaiki diri. Jika kita selalu berusaha untuk meningkatkan ibadah kita, maka kita akan menjadi lebih dekat dengan Allah SWT. Dengan demikian, kita akan merasakan kebahagiaan dan ketenangan yang sebenarnya. Contoh lain penggunaan kata rawatib dalam kalimat adalah: "Dengan melakukan salat rawatib, aku merasa lebih tenang dan yakin dalam menghadapi hari-hari." Dalam budaya Indonesia modern, rawatib masih memiliki tempat yang penting dalam kehidupan beragama. Banyak masyarakat yang masih menjadikan rawatib sebagai bagian dari rutinitas ibadahnya, bahkan hingga saat ini. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa nilai-nilai Islam yang terkait dengan rawatib masih relevan dan hidup dalam kehidupan sehari-hari. Contoh lain kalimat yang menggunakan kata rawatib adalah: "Setelah melakukan salat rawatib, aku merasa lebih bangga sebagai umat Islam."