Arti Kata "mati kuang karena bunyi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mati kuang karena bunyi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mati kuang karena bunyi

Peribahasa mendapat bencana karena kesombongan (perbuatan) sendiri

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mati kuang karena bunyi"

📝 Contoh Penggunaan kata "mati kuang karena bunyi" dalam Kalimat

1.Ketika dia menolak saran teman, akhirnya mati kuang karena bunyi dalam proyek kerjanya.
2.Pemerintah yang terus menindak lawan politiknya akhirnya mati kuang karena bunyi dalam opini masyarakat.
3.Dia sangat sombong dengan kekayaannya, akhirnya mati kuang karena bunyi dalam kehidupan sosialnya.
4.Ketika dia menolak belajar dari kesalahan, akhirnya mati kuang karena bunyi dalam karirnya sebagai pengusaha.
5.Karena keegoisannya, dia tidak mau bekerja sama dengan tim, akhirnya mati kuang karena bunyi dalam proyek perusahaannya.

📚 Artikel terkait kata "mati kuang karena bunyi"

Mengenal Kata 'mati kuang karena bunyi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mati kuang karena bunyi" - Inspirasi dan Motivasi

Peribahasa "mati kuang karena bunyi" memiliki makna yang sangat mendalam dalam bahasa Indonesia. Kata ini berasal dari bahasa Jawa, yang kemudian diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Makna umum dari kata ini adalah seseorang mendapat bencana atau malapetaka karena kesombongan atau perbuatan sendiri. Dalam konteks sejarah dan sosial, peribahasa ini sering digunakan untuk mengingatkan seseorang agar tidak terlalu sombong dan bangga dengan kekuasaan atau kekayaannya.

Penggunaan dalam Kalimat

Contoh penggunaan kata "mati kuang karena bunyi" dalam kalimat yang alami adalah: - "Dia sangat sombong dengan kemampuannya, tapi akhirnya dia malah mengalami kegagalan besar, karena itu dia mati kuang karena bunyi". - "Saya melihat teman saya yang terlalu bangga dengan mobil barunya, tapi akhirnya dia kehilangan mobilnya karena kesalahannya sendiri, jadi dia mati kuang karena bunyi". - "Perusahaan itu sangat sombong dengan kekuasaannya, tapi akhirnya mereka terjatuh karena kesalahan mereka sendiri, sehingga mereka mati kuang karena bunyi".

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Peribahasa "mati kuang karena bunyi" masih sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, masih ada banyak contoh kesombongan yang mengakibatkan malapetaka bagi seseorang atau komunitas. Oleh karena itu, peribahasa ini masih sangat berguna sebagai pengingat agar kita tidak terlalu sombong dan harus selalu siap menghadapi konsekuensi dari perbuatan kita sendiri.