Arti Kata "mati kuau karena bunyinya" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mati kuau karena bunyinya" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mati kuau karena bunyinya

Peribahasa mendapat kecelakaan karena kata-katanya sendiri

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mati kuau karena bunyinya"

📝 Contoh Penggunaan kata "mati kuau karena bunyinya" dalam Kalimat

1.Dalam percakapan sehari-hari, dia mengatakan sesuatu yang membuatnya mendapat kecelakaan karena kata-katanya sendiri.
2.Dalam pelajaran etika, penting untuk memahami bahwa peribahasa "mati kuau karena bunyinya" berarti mengakibatkan kerugian karena sendiri.
3.Seorang pelawak menggunakan peribahasa "mati kuau karena bunyinya" dalam monolognya untuk menggambarkan nasib seseorang.
4.Dalam konteks kecelakaan lalu lintas, mobil itu terbalik karena pengemudi mendengarkan lagu yang bunyinya membuatnya hilang konsentrasi.
5.Dalam puisi, penulis menggunakan peribahasa "mati kuau karena bunyinya" untuk menggambarkan bagaimana kata-kata dapat menjadi senjata yang menghancurkan.

📚 Artikel terkait kata "mati kuau karena bunyinya"

Mengenal Kata 'mati kuau karena bunyinya' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Matu Kuau Karena Bunyinya" - Inspirasi dan Motivasi

Peribahasa "mati kuau karena bunyinya" adalah ungkapan yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia. Secara harfiah, peribahasa ini berarti seseorang mengalami kecelakaan atau menghadapi masalah karena kata-katanya sendiri. Dalam konteks sosial, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang mengatakan sesuatu yang tidak berhati-hati, sehingga mengakibatkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Dalam kehidupan sehari-hari, peribahasa "mati kuau karena bunyinya" dapat digunakan dalam berbagai situasi. Misalnya, jika seseorang mengatakan "Aku tidak peduli dengan apa yang orang lain pikirkan," maka dia mungkin akan menghadapi konsekuensi dari pernyataan tersebut. Atau, jika seseorang mengatakan "Aku tidak akan pernah salah," maka dia mungkin akan kecewa ketika dia memang salah. Peribahasa "mati kuau karena bunyinya" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia, peribahasa ini sering digunakan untuk mengingatkan orang lain untuk berbicara dengan hati-hati dan tidak berlebihan. Dengan demikian, orang dapat menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan dan tetap menjaga hubungan yang baik dengan orang lain. Dalam beberapa kasus, peribahasa "mati kuau karena bunyinya" juga dapat digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang mengalami kecelakaan karena tidak berhati-hati. Misalnya, jika seseorang tidak memperhatikan lampu lalu lintas dan kemudian mengalami kecelakaan, maka peribahasa ini dapat digunakan untuk menggambarkan situasi tersebut. Dalam keseluruhan, peribahasa "mati kuau karena bunyinya" adalah ungkapan yang baik untuk diingat dan dipahami. Dengan demikian, kita dapat menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan dan tetap menjaga hubungan yang baik dengan orang lain.