Arti Kata "kecoh" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kecoh" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kecoh

1ke·coh /kécoh/ n tipu daya (terutama kecurangan yg merugikan orang, spt barang palsu dikatakan tulen, mengurangi berat atau ukuran barang, mencampuri dng barang yg kurang baik); tipu: kita harus teliti, jangan sampai kena --;
me·nge·coh v menipu, mengakali (terutama dng cara-cara yg kurang baik); membohongi (dng maksud menipu): percayalah, kain ini tidak luntur, masakan saya hendak ~ Saudara;
me·nge·coh·kan v mengecoh;
ter·ke·coh v tertipu; teperdaya: krn dibujuk dng kata-kata halus, dia ~;
pe·nge·coh n 1 orang yg mengecoh; penipu; pembohong; 2 alat untuk mengecoh; pengabur (tt pilihan butir tes dl tes pilihan ganda); pilihan butir tes yg bukan menjadi kunci atau jawaban;
pe·nge·coh·an n proses, cara, perbuatan mengecoh; penipuan; pembohongan

2ke·coh /kécoh/ a gaduh; ribut

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kecoh"

📝 Contoh Penggunaan kata "kecoh" dalam Kalimat

1.Dia menipu saya dengan mengatakan kain itu tidak luntur.
2.Saya harus teliti saat berbelanja, jangan sampai kena tipu daya penjual.
3.Dalam novel tersebut, tokoh utama mengecoh lawannya dengan cara yang licik.
4.Saya sangat sedih karena teman saya tertipu dengan janji palsu yang membuatnya kehilangan uang.
5.Dosen mengingatkan mahasiswa untuk tidak mempercayai pilihan butir tes yang mengecoh, karena itu bukanlah jawaban yang benar.

📚 Artikel terkait kata "kecoh"

Mengenal Kata 'kecoh' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kecoh" - Tips Menghindari Tipu Daya

Kata "kecoh" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini merujuk pada tipu daya atau kecurangan yang merugikan orang lain. Dalam konteks sejarah, kata kecoh sering digunakan untuk menggambarkan praktik penipuan yang dilakukan oleh pedagang atau penjual barang palsu. Dalam budaya Indonesia modern, kata kecoh masih digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang terjebak dalam situasi yang tidak diinginkan karena telah tertipu oleh seseorang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan dengan situasi kecoh yang dapat merugikan kita. Misalnya, ketika kita membeli barang yang ternyata palsu, atau ketika kita terjebak dalam situasi yang tidak diinginkan karena telah tertipu oleh seseorang lain. Contoh penggunaan kata kecoh dalam kalimat yang alami adalah sebagai berikut: - "Jangan sampai kena tipu daya, kita harus teliti sebelum membeli barang." (Kata "kecoh" di sini merujuk pada tipu daya) - "Dia tertipu oleh penipu yang mengatakan bahwa barang itu asli." (Kata "kecoh" di sini merujuk pada kecurangan yang merugikan orang lain) - "Kita harus waspada terhadap orang yang memiliki niat kecoh." (Kata "kecoh" di sini merujuk pada seseorang yang memiliki niat untuk menipu) Dalam budaya Indonesia modern, kata kecoh masih digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang terjebak dalam situasi yang tidak diinginkan karena telah tertipu oleh seseorang lain. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk selalu waspada dan teliti dalam setiap situasi, agar tidak tertipu oleh orang lain. Dengan demikian, kita dapat menghindari situasi kecoh yang dapat merugikan kita.