Arti Kata "mati semut karena gula (manisan)" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mati semut karena gula (manisan)" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mati semut karena gula (manisan)

Peribahasa orang yang mendapat bencana (tertipu dan sebagainya) karena bujuk dan rayuan yang menyenangkan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mati semut karena gula (manisan)"

📝 Contoh Penggunaan kata "mati semut karena gula (manisan)" dalam Kalimat

1.Bapaknya saya pernah tertipu oleh janji seorang teman karena terlalu senang mendengarnya.
2.Perusahaan kami mengalami kerugian besar karena tidak sengaja menginvestasikan uang ke perusahaan yang tidak terpercaya.
3.Ketika mendengar niat baik dari teman, saya tidak berpikir panjang dan langsung setuju tanpa mempertimbangkan konsekuensinya.
4.Pernah suatu kali, saya kehilangan uang karena tergiur dengan janji keuntungan besar yang tidak pernah terjadi.
5.Dalam novel tersebut, tokoh utama jatuh cinta karena terpesona oleh kata-kata manis dan rayuan yang menyenangkan.

📚 Artikel terkait kata "mati semut karena gula (manisan)"

Mengenal Kata 'mati semut karena gula (manisan)' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mati semut karena gula (manisan)" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "mati semut karena gula (manisan)" merupakan salah satu peribahasa yang populer di Indonesia. Dalam konteks ini, peribahasa ini menggambarkan situasi di mana seseorang mendapat bencana, tertipu, atau mengalami kegagalan karena bujuk dan rayuan yang menyenangkan. Konsep ini muncul dari kebiasaan semut yang suka menghisap gula, yang biasanya dianggap sebagai sesuatu yang menarik dan menggugah selera. Namun, jika seseorang terlalu tergoda oleh gula tersebut, mereka bisa menjadi korban kegagalan.

Contoh Penggunaan Kata "mati semut karena gula (manisan)" dalam Kalimat

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "mati semut karena gula (manisan)" sering digunakan untuk menggambarkan situasi yang tidak diinginkan. Misalnya, ketika seseorang terjebak dalam hutang karena meminjam uang dari orang lain dengan janji yang tidak terpenuhi. "Dia terjebak dalam hutang selama bertahun-tahun, akhirnya dia menyadari bahwa dia **mati semut karena gula (manisan)**" kata orang-orang di sekitarnya. Contoh lainnya adalah ketika seseorang mengalami kegagalan dalam hubungan karena cinta yang tidak seimbang. "Dia **mati semut karena gula (manisan)** dalam cinta, tidak menyadari bahwa hubungannya tidak sehat".

Relevansi Kata "mati semut karena gula (manisan)" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "mati semut karena gula (manisan)" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Dalam beberapa tahun terakhir, kata ini sering digunakan dalam konteks keuangan, di mana orang-orang sering terjebak dalam utang karena meminjam uang dengan bunga yang tinggi. "Jangan **mati semut karena gula (manisan)** dalam keuangan, pastikan Anda memahami konsekuensi hutang Anda". Selain itu, kata ini juga digunakan dalam konteks hubungan, di mana seseorang harus berhati-hati dalam memilih pasangan yang tepat. "Jangan **mati semut karena gula (manisan)** dalam cinta, pastikan Anda memilih seseorang yang seimbang dan bertanggung jawab".