Arti Kata "homologi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "homologi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

homologi

ho·mo·lo·gi n sama asal-usulnya sehingga menunjukkan adanya hubungan kekerabatan sekalipun bentuk, susunan, atau fungsinya mungkin berlainan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "homologi"

📝 Contoh Penggunaan kata "homologi" dalam Kalimat

1.Dalam ilmu biologi, contoh homologi dapat dilihat pada struktur tubuh hewan yang sama, meskipun memiliki fungsi berbeda.
2.Struktur tulang lengan atas pada manusia dan kelelawar memiliki homologi karena sama asal-usulnya, walaupun ukurannya berbeda.
3.Dalam sastra, penggunaan bahasa yang memiliki homologi dapat membuat karya sastra lebih kaya dan menarik.
4.Ilmuwan telah menemukan contoh homologi antara struktur mata manusia dan ikan, meskipun memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda.
5.Penggunaan kata yang memiliki homologi dalam bahasa Indonesia dapat membuat teks lebih kompleks dan menarik untuk dibaca.

📚 Artikel terkait kata "homologi"

Mengenal Kata 'homologi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Homologi" - Konsep yang Menyambungkan Kekerabatan

Kata "homologi" seringkali digunakan dalam berbagai konteks, terutama dalam bidang biologi dan filologi. Dalam arti resmi, homologi merupakan kata yang berasal dari bahasa Yunani, dengan konsep yang menekankan adanya hubungan kekerabatan antara dua atau lebih hal, walaupun bentuk, susunan, atau fungsinya berbeda. Konsep ini telah ada sejak zaman kuno, ketika para ilmuwan dan filsuf berusaha memahami struktur dan evolusi makhluk hidup. Dalam prakteknya, homologi dapat dilihat dalam berbagai contoh. Misalnya, sayuran dan buah-buahan memiliki homologi dalam bentuk daun dan batangnya, karena kedua hal tersebut memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai organ fotosintesis. Selain itu, bahasa Indonesia dan bahasa Melayu juga memiliki homologi dalam beberapa kata, seperti "kucing" dan "kucing", karena keduanya memiliki asal-usul yang sama. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep homologi sangat relevan dalam menelaah dan memahami struktur masyarakat. Misalnya, dalam budaya Indonesia, ada beberapa tradisi yang memiliki homologi dengan tradisi di negara lain, seperti perayaan Idul Fitri dan Cap Go Meh. Kedua tradisi ini memiliki asal-usul yang sama, yaitu sebagai perayaan keberagaman dan kebahagiaan. Dengan memahami konsep homologi, kita dapat memahami lebih baik tentang kebudayaan dan tradisi yang ada di Indonesia.