Arti Kata "maukuf" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "maukuf" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

maukuf

mau·kuf n iman yg tidak diterima, spt halnya orang munafik yg imannya baru dapat diterima jika kemunafikannya telah hilang

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "maukuf"

📝 Contoh Penggunaan kata "maukuf" dalam Kalimat

1.Orang tersebut merupakan contoh maqûf dalam agama, yang masih menyimpan niat jahat di hatinya.
2.Guru memberikan contoh dari seorang maqûf, yang masih belum siap untuk menjadi pemimpin.
3.Dalam cerita rakyat, ada seorang maqûf yang akhirnya bertobat dan menjadi orang saleh.
4.Mahasiswa mempelajari teks tentang seorang nabi yang dihadapkan dengan seorang maqûf yang menolak untuk bertobat.
5.Dalam masyarakat, seringkali kita temukan orang-orang yang menjadi maqûf karena keinginannya sendiri yang tidak sejalan dengan iman mereka.

📚 Artikel terkait kata "maukuf"

Mengenal Kata 'maukuf' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Maukuf" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "maukuf" adalah istilah yang berasal dari bahasa Arab, yaitu "mu'kuf" yang merupakan bentuk jamak dari kata "kuf". Dalam konteks historis, kata ini digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak memiliki iman yang kuat atau orang yang berpura-pura menjadi orang beriman. Dalam konteks ini, orang tersebut dianggap sebagai "maukuf" karena imannya masih belum diterima oleh masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "maukuf" dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak jujur atau berbohong tentang keyakinan atau imannya. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "maukuf" dalam kalimat yang alami: - "Dia adalah seorang maukuf yang berpura-pura menjadi orang beriman hanya untuk mendapatkan keuntungan." - "Masyarakat tidak menganggapnya sebagai orang yang serius karena ia dianggap sebagai maukuf yang tidak memiliki iman yang kuat." - "Dia meminta maaf atas tindakannya yang dianggap sebagai maukuf, yaitu berbohong tentang keyakinannya." Kata "maukuf" memiliki relevansi yang penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks keagamaan atau etika. Dalam kehidupan modern di Indonesia, kata ini dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak memiliki integritas atau tidak jujur tentang keyakinannya. Dengan demikian, kata "maukuf" dapat digunakan sebagai inspirasi dan motivasi untuk menjadi orang yang jujur dan memiliki integritas.

Arti Kata "Maukuf" dalam Konteks Agama

Dalam konteks agama Islam, kata "maukuf" digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak memiliki iman yang kuat atau orang yang berpura-pura menjadi orang beriman. Dalam Al-Qur'an, kata ini digunakan untuk menggambarkan orang yang tidak memiliki iman yang kuat dan berpura-pura menjadi orang beriman hanya untuk mendapatkan keuntungan.

Menghindari Sifat "Maukuf" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menghindari sifat "maukuf" dengan menjadi orang yang jujur dan memiliki integritas. Kita dapat menghindari berbohong atau berpura-pura menjadi orang yang tidak kita sebenarnya. Dengan demikian, kita dapat menjadi orang yang dihargai dan dipercaya oleh masyarakat.