Arti Kata "sewaka" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sewaka" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sewaka

se·wa·ka /séwaka/, ber·se·wa·ka kl v menghamba (kpd raja); melayani

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sewaka"

📝 Contoh Penggunaan kata "sewaka" dalam Kalimat

1.Di era modern ini, banyak orang yang menginginkan pekerjaan sebagai sewaka di istana untuk menikmati kehidupan mewah.
2.Sebagai anak dari keluarga bangsawan, dia diajarkan sejak kecil untuk menjadi seorang sewaka yang patuh dan setia.
3.Pada zaman dulu, para bangsawan sering kali memilih untuk menjadi sewaka bagi raja untuk mendapatkan pengaruh dan kekuasaan.
4.Dalam permainan game fantasi online, saya memilih karakter yang menjadi seorang sewaka untuk melindungi raja dari ancaman musuh.
5.Dalam kehidupan sehari-hari, seorang pegawai negeri dapat dianggap sebagai sewaka bagi pemerintah untuk melaksanakan tugas-tugasnya dengan setia.

📚 Artikel terkait kata "sewaka"

Mengenal Kata 'sewaka' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sewaka" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "sewaka" memiliki makna yang menarik dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, "sewaka" berarti menghamba atau melayani, biasanya kepada raja atau penguasa. Konteks ini terkait dengan budaya Melayu dan pengaruh Islam yang berkembang di Indonesia. Dalam sejarah, sewaka sering dihubungkan dengan status sosial dan kekuasaan di masa lalu. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan kata "sewaka" masih relevan. Misalnya, "Dia bekerja sebagai sewaka di istana raja, menjalankan tugas-tugasnya dengan setia." Atau, "Dia menjadi sewaka untuk keluarganya, membantu dengan segala hal." Contoh lainnya adalah, "Dia dianggap sebagai sewaka terbaik di kantor, karena kemampuan dan dedikasinya." Dalam budaya Indonesia modern, konsep sewaka masih memiliki makna yang dalam. Banyak orang yang bekerja sebagai pegawai negeri atau di sektor swasta, tetapi masih memahami nilai penting dari menjadi "sewaka" yang baik. Mereka harus melayani dengan baik, menjadi contoh bagi rekan-rekan, dan meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan demikian, kata "sewaka" menjadi inspirasi dan motivasi untuk semua orang, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional.