Arti Kata "melangkup" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "melangkup" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

melangkup

me·lang·kup v Huk melarikan istri orang lain, merupakan delik adat di daerah Batak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "melangkup"

📝 Contoh Penggunaan kata "melangkup" dalam Kalimat

1.Berikut adalah lima contoh kalimat dalam bahasa Indonesia yang menggunakan kata "melangkup":
2.Dalam konteks adat Batak, pelangkungan istri orang lain merupakan delik yang sangat serius.
3.Dia dituduh melangkup istri suaminya dan menyebabkan perpisahan yang tragis.
4.Dalam drama tersebut, tokoh utama memutuskan melangkup istri yang tidak mencintainya.
5.Sejarawan mempelajari fenomena melangkup istri orang lain di daerah Batak sebagai bagian dari budaya lama.

📚 Artikel terkait kata "melangkup"

Mengenal Kata 'melangkup' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "melangkup" - Kultur Budaya Indonesia

Kata "melangkup" memiliki makna yang khusus dalam bahasa Indonesia, terutama dalam konteks hukum adat. Menurut KBBI, melangkup adalah kata kerja yang berarti "me-lang-kup v Huk melarikan istri orang lain, merupakan delik adat di daerah Batak". Artinya, melangkup adalah tindakan melarikan seorang perempuan yang sudah menikah dengan orang lain, biasanya dilakukan tanpa izin dari suaminya. Ini merupakan delik adat yang sangat serius di daerah Batak, suku bangsa yang hidup di Sumatera Utara. Melangkup bukan hanya tindakan yang melanggar hukum adat, tetapi juga dapat menyebabkan konflik dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, "Suami yang melangkup istri orang lain tersebut harus bertanggung jawab atas tindakannya." Atau, "Melangkup dianggap sebagai delik adat yang sangat berat di daerah Batak." Dalam konteks lain, "Tindakan melangkup dapat menyebabkan perempuan yang melarikan diri menjadi korban." Namun, melangkup juga dapat dilihat sebagai tindakan yang menunjukkan kekuatan dan keberanian seseorang. Dalam beberapa kasus, "Melangkup dianggap sebagai cara untuk menunjukkan cinta dan dedikasi kepada pasangan." Namun, hal ini tidak selalu benar dan masih perlu ditinjau dari segi hukum dan moral. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan konteks dari kata melangkup sebelum menggunakan atau mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.