Arti Kata "melor" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "melor" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

melor

me·lor /mélor/ n kereta beroda dua

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "melor"

📝 Contoh Penggunaan kata "melor" dalam Kalimat

1.Di jaman dahulu, anak-anak suka bermain dengan melor di pinggir kali.
2.Pada tahun 1950-an, melor menjadi salah satu mainan favorit anak-anak di Indonesia.
3.Pengenalan kereta melor sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia.
4.Kereta melor sering digunakan oleh anak-anak untuk bermain dan berolahraga.
5.Saat ini, melor bukan hanya mainan anak-anak, tetapi juga digunakan sebagai wahana edukasi.

📚 Artikel terkait kata "melor"

Mengenal Kata 'melor' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Melor" - Kereta Tradisional yang Menginspirasi

Kata "melor" mungkin tidak terlalu familiar bagi beberapa orang, tetapi di beberapa daerah di Indonesia, kata ini memiliki makna yang sangat spesifik. Dalam bahasa Indonesia, melor merupakan sebuah kereta beroda dua yang digunakan sebagai alat transportasi tradisional. Meskipun tidak lagi umum digunakan seperti dulu, melor masih dipertahankan sebagai salah satu simbol kebudayaan Indonesia. Sejarah melor sendiri tidak terlalu jelas, tetapi diyakini telah ada sejak lama. Mungkin karena kebutuhan akan transportasi yang lebih mudah dan cepat, melor menjadi salah satu pilihan yang tepat. Dengan menggunakan melor, orang dapat bergerak dengan lebih mudah dan nyaman, terutama di daerah pedesaan yang jalan-jalannya tidak terlalu bagus. Dalam kehidupan sehari-hari, melor masih digunakan di beberapa daerah, terutama sebagai alat transportasi bagi orang-orang yang tidak memiliki kendaraan bermotor. Meskipun tidak lagi populer, melor masih memiliki nilai sejarah dan budaya yang signifikan. Bahkan, beberapa orang masih menggunakan melor sebagai alat transportasi yang ramah lingkungan dan murah. Dalam beberapa kalimat, kata "melor" dapat digunakan seperti ini: - "Dia menggunakan melor untuk berjalan ke pasar." - "Melor adalah salah satu kereta tradisional di Indonesia yang masih dipertahankan." - "Dia suka mengendarai melor karena lebih mudah dan nyaman." Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata "melor" memiliki makna yang sangat spesifik dan memiliki nilai sejarah dan budaya yang signifikan. Meskipun tidak lagi populer, melor masih dapat dijadikan contoh tentang pentingnya mempertahankan kebudayaan dan sejarah Indonesia.