Arti Kata "memperutangi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "memperutangi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

memperutangi

mem.per.u.tangi Verba (kata kerja) mengutangi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "memperutangi"

📝 Contoh Penggunaan kata "memperutangi" dalam Kalimat

1.Pemerintah memutuskan untuk memperutangi korupsi di sektor publik.
2.Pengalaman hidup saya menjadi lebih baik setelah memperutangi kebiasaan merokok.
3.Dalam novel tersebut, karakter utama memperutangi musuhnya dengan keahliannya bermain papan catur.
4.Mahasiswa memperutangi kebiasaan makan makanan cepat saji dengan memilih menu sehat.
5.Pengajar mengajarkan muridnya untuk memperutangi kebiasaan menunda pekerjaan.

📚 Artikel terkait kata "memperutangi"

Mengenal Kata 'memperutangi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "memperutangi" - Arti, Contoh, dan Penggunaannya dalam Bahasa Indonesia

Kata "memperutangi" memiliki makna yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini berasal dari kata dasar "rutang", yang berarti utang atau kewajiban. Dalam penggunaan bahasa sehari-hari, kata "memperutangi" sering digunakan untuk menggambarkan tindakan mengenakan utang atau kewajiban kepada orang lain. Dalam arti resmi, kata "memperutangi" memiliki arti "mengutangi" dan digunakan dalam kalimat-kalimat seperti: "Dia memperutangi uang kepada temannya tanpa ada jaminan pembayaran." Atau, "Perusahaan memperutangi biaya produksi kepada pemasoknya dengan jangka waktu tertentu." Contoh lainnya adalah: "Kami memperutangi harta warisan kepada cucu-cucu kami sebagai warisan keluarga." Kata "memperutangi" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan dalam konteks keuangan dan bisnis. Misalnya, ketika seseorang memperutangi uang kepada temannya, itu berarti mereka mengenakan utang atau kewajiban kepada orang lain. Dalam konteks bisnis, kata ini digunakan untuk menggambarkan tindakan mengenakan utang atau kewajiban kepada pemasok atau klien. Dalam keseluruhan, kata "memperutangi" memiliki arti yang luas dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini berasal dari kata dasar "rutang", yang berarti utang atau kewajiban. Dalam penggunaan bahasa sehari-hari, kata "memperutangi" sering digunakan untuk menggambarkan tindakan mengenakan utang atau kewajiban kepada orang lain.