Arti Kata "menabukan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "menabukan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

menabukan

me.na.bu.kan Verba (kata kerja) menganggap sebagai larangan; memantangkan: penduduk setempat menabukan anak gadisnya menikah dengan pemuda daerah lain

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "menabukan"

📝 Contoh Penggunaan kata "menabukan" dalam Kalimat

1.Penduduk setempat menabukan anak gadisnya menikah dengan pemuda daerah lain.
2.Pengadilan menabukan pernyataan saksi mata karena dianggap tidak kredibel.
3.Ayahnya menabukan keinginan putrinya untuk menjadi pilot karena khawatir terlalu berbahaya.
4.Pemerintah menabukan akses ke daerah yang terkena bencana untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.
5.Pakar ilmu pengetahuan menabukan gagasan yang tidak didukung oleh bukti ilmiah.

📚 Artikel terkait kata "menabukan"

Mengenal Kata 'menabukan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "menabukan" - Larangan Tradisional yang Tetap Relevan

Kata "menabukan" sering digunakan dalam konteks sosial dan budaya di Indonesia, terutama terkait dengan larangan dan pantangan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam arti resmi, menabukan berarti menganggap sebagai larangan; memantangkan, seperti yang terlihat dalam kalimat "penduduk setempat menabukan anak gadisnya menikah dengan pemuda daerah lain". Konsep ini telah ada sejak lama dan masih relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam sejarah, menabukan sering kali digunakan sebagai cara untuk melindungi kepentingan keluarga atau masyarakat. Contoh lain dari penggunaan kata ini adalah "ibu bapaknya menabukan si anak perempuan untuk bekerja di luar rumah karena khawatir dengan keselamatannya". Dalam contoh ini, menabukan digunakan untuk mengindari potensi bahaya atau risiko yang mungkin terjadi. Selain itu, kata ini juga digunakan dalam konteks budaya, seperti dalam kalimat "masyarakat menabukan pernikahan di luar agama karena khawatir dengan dampaknya terhadap nilai-nilai sosial". Dalam kehidupan sehari-hari, menabukan masih relevan dalam banyak aspek kehidupan. Contohnya, orang tua menabukan anaknya untuk bermain game online karena khawatir dengan dampaknya terhadap kesehatan mental. Selain itu, menabukan juga digunakan dalam konteks ekonomi, seperti dalam kalimat "pemerintah menabukan investasi di sektor tertentu karena khawatir dengan dampaknya terhadap perekonomian negara". Dalam contoh ini, menabukan digunakan untuk menghindari potensi kerugian atau risiko keuangan. Dalam kesimpulan, kata "menabukan" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari dan berbagai aspek kehidupan. Dengan memahami makna dan konteksnya, kita dapat menggunakan kata ini dengan tepat dan efektif dalam berbagai situasi.